Mengapa Tendangan Bebas Thom Haye Sulit Dihalau? Analisis Gol Menit ke-78 ke Gawang Timor Leste

SulawesiPos.com – Tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-78 saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Chonburi Stadium, Jumat, 31 Juli 2026, langsung menjadi salah satu momen teknis paling menonjol dalam laga itu.

Dari sekitar 25 yard, gelandang Indonesia tersebut melepaskan sepakan melengkung ke pojok atas gawang, membuat kiper Dylan Niski praktis kehilangan waktu dan ruang untuk melakukan penyelamatan.

Secara pertandingan, gol itu datang dalam fase penting.

Indonesia baru saja memecah kebuntuan lewat Shayne Pattynama pada menit ke-74 dan sedang berusaha memastikan laga tidak kembali rumit meski Timor Leste sudah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-21.

Empat menit kemudian, Haye mengubah arah pertandingan dengan eksekusi bola mati yang bukan hanya akurat, tetapi juga sangat sulit dibaca sejak awal lintasannya.

Sulitnya bola itu dihalau bermula dari kombinasi kontak kaki dan arah putaran.

Haye tidak sekadar menendang keras, melainkan memberi efek lengkung yang membuat bola naik cukup cepat untuk melewati pagar hidup, lalu berbelok ke dalam saat mendekati gawang.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia vs Mozambik Malam Ini, Garuda Bidik Kemenangan dan Tambahan Poin FIFA

Dalam sepak bola, lintasan seperti ini dikenal sebagai hasil dari efek Magnus, ketika putaran bola mengubah arah geraknya di udara dan memaksa kiper menyesuaikan posisi dalam waktu yang sangat singkat.

Faktor lain yang membuat peluang penyelamatan mengecil adalah titik akhir bola.

Sepakan Haye masuk ke area pojok atas, wilayah yang kerap disebut sebagai zona paling sulit dijangkau penjaga gawang karena menuntut reaksi instan, tolakan sempurna, dan bentang lompatan maksimal dalam satu gerakan.

SulawesiPos.com – Tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-78 saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Chonburi Stadium, Jumat, 31 Juli 2026, langsung menjadi salah satu momen teknis paling menonjol dalam laga itu.

Dari sekitar 25 yard, gelandang Indonesia tersebut melepaskan sepakan melengkung ke pojok atas gawang, membuat kiper Dylan Niski praktis kehilangan waktu dan ruang untuk melakukan penyelamatan.

Secara pertandingan, gol itu datang dalam fase penting.

Indonesia baru saja memecah kebuntuan lewat Shayne Pattynama pada menit ke-74 dan sedang berusaha memastikan laga tidak kembali rumit meski Timor Leste sudah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-21.

Empat menit kemudian, Haye mengubah arah pertandingan dengan eksekusi bola mati yang bukan hanya akurat, tetapi juga sangat sulit dibaca sejak awal lintasannya.

Sulitnya bola itu dihalau bermula dari kombinasi kontak kaki dan arah putaran.

Haye tidak sekadar menendang keras, melainkan memberi efek lengkung yang membuat bola naik cukup cepat untuk melewati pagar hidup, lalu berbelok ke dalam saat mendekati gawang.

BACA JUGA:  Rumor Naturalisasi Dean Zandbergen: Antara Mimpi Bela Timnas Indonesia dan Polemik Passport Gate

Dalam sepak bola, lintasan seperti ini dikenal sebagai hasil dari efek Magnus, ketika putaran bola mengubah arah geraknya di udara dan memaksa kiper menyesuaikan posisi dalam waktu yang sangat singkat.

Faktor lain yang membuat peluang penyelamatan mengecil adalah titik akhir bola.

Sepakan Haye masuk ke area pojok atas, wilayah yang kerap disebut sebagai zona paling sulit dijangkau penjaga gawang karena menuntut reaksi instan, tolakan sempurna, dan bentang lompatan maksimal dalam satu gerakan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru