Rusia dan Turkmenistan Kompak Kecam Serangan Ukraina ke Kapal Iran di Laut Kaspia

SulawesiPos.com – Rusia dan Turkmenistan mengecam keras dugaan serangan Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, ancaman terhadap stabilitas kawasan, dan aksi yang tidak dapat diterima, sementara Iran mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, serta komunitas internasional meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada 25 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Kementerian Luar Negeri Turkmenistan, dan diberitakan The Times of Central Asia 29 Juli 2026.

Iran menyatakan sebuah kapal dagangnya menjadi sasaran serangan di Laut Kaspia sehingga menewaskan seorang awak kapal dan melukai seorang lainnya.

Pemerintah Iran menyebut insiden tersebut sebagai tindakan agresi yang berpotensi memperluas konflik yang sedang berlangsung di kawasan.

Teheran juga memanggil Kuasa Usaha Ukraina untuk menyampaikan nota protes resmi dan menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons.

BACA JUGA:  Tiba di Moskow, Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Kerja Sama Strategis

Rusia: Serangan Kiev Langgar Hukum Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa serangan terhadap kapal dagang Iran merupakan tindakan agresif yang secara nyata melanggar hukum internasional.

Menurut Zakharova, serangan terhadap kapal sipil menunjukkan adanya upaya memperluas aksi yang dikategorikan Moskow sebagai tindakan teror sekaligus meningkatkan ancaman terhadap keamanan kawasan Laut Kaspia.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menegaskan bahwa Iran merupakan negara berdaulat yang memiliki hak dan kemampuan mempertahankan kepentingannya sesuai hukum internasional.

Pernyataan Moskow memperlihatkan semakin eratnya koordinasi politik Rusia dan Iran dalam menghadapi eskalasi konflik yang kini mulai menjangkau Laut Kaspia.

Turkmenistan Tegaskan Laut Kaspia Kawasan Damai

Turkmenistan mengambil sikap dengan menegaskan prinsip netralitas permanen tanpa secara langsung menyebut Ukraina sebagai pelaku serangan.

Kementerian Luar Negeri Turkmenistan menyatakan seluruh tindakan militer terhadap kapal dagang di Laut Kaspia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

BACA JUGA:  Kecam Pembunuhan Ali Khamenei, Vladimir Putin: Langgar Norma Kemanusiaan

Ashgabat mengingatkan bahwa Turkmenistan merupakan negara pesisir Laut Kaspia dengan status netralitas permanen yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

SulawesiPos.com – Rusia dan Turkmenistan mengecam keras dugaan serangan Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, ancaman terhadap stabilitas kawasan, dan aksi yang tidak dapat diterima, sementara Iran mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, serta komunitas internasional meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada 25 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Kementerian Luar Negeri Turkmenistan, dan diberitakan The Times of Central Asia 29 Juli 2026.

Iran menyatakan sebuah kapal dagangnya menjadi sasaran serangan di Laut Kaspia sehingga menewaskan seorang awak kapal dan melukai seorang lainnya.

Pemerintah Iran menyebut insiden tersebut sebagai tindakan agresi yang berpotensi memperluas konflik yang sedang berlangsung di kawasan.

Teheran juga memanggil Kuasa Usaha Ukraina untuk menyampaikan nota protes resmi dan menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons.

BACA JUGA:  Kecam Pembunuhan Ali Khamenei, Vladimir Putin: Langgar Norma Kemanusiaan

Rusia: Serangan Kiev Langgar Hukum Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa serangan terhadap kapal dagang Iran merupakan tindakan agresif yang secara nyata melanggar hukum internasional.

Menurut Zakharova, serangan terhadap kapal sipil menunjukkan adanya upaya memperluas aksi yang dikategorikan Moskow sebagai tindakan teror sekaligus meningkatkan ancaman terhadap keamanan kawasan Laut Kaspia.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menegaskan bahwa Iran merupakan negara berdaulat yang memiliki hak dan kemampuan mempertahankan kepentingannya sesuai hukum internasional.

Pernyataan Moskow memperlihatkan semakin eratnya koordinasi politik Rusia dan Iran dalam menghadapi eskalasi konflik yang kini mulai menjangkau Laut Kaspia.

Turkmenistan Tegaskan Laut Kaspia Kawasan Damai

Turkmenistan mengambil sikap dengan menegaskan prinsip netralitas permanen tanpa secara langsung menyebut Ukraina sebagai pelaku serangan.

Kementerian Luar Negeri Turkmenistan menyatakan seluruh tindakan militer terhadap kapal dagang di Laut Kaspia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Bertolak ke Moskow, Seskab Teddy: Bahas Kerja Sama Energi dan Geopolitik dengan Putin

Ashgabat mengingatkan bahwa Turkmenistan merupakan negara pesisir Laut Kaspia dengan status netralitas permanen yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru