SulawesiPos.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih serta Koperasi Nelayan Merah Putih agar lebih difokuskan pada penguatan manajerial.
Puan menegaskan kejadian tersebut tidak boleh terulang. Menurut dia, keselamatan peserta harus menjadi perhatian utama dalam setiap program pembentukan sumber daya manusia yang disiapkan pemerintah.
“Pertama-tama, kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut. Dan jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali,” kata Puan.
Ia menyambut langkah evaluasi yang telah dilakukan pemerintah, namun menekankan agar evaluasi itu benar-benar dijalankan secara menyeluruh. Puan menilai pelatihan bagi calon manajer koperasi seharusnya lebih diarahkan pada kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan kerja mereka di lapangan.
“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan,” ujarnya.
DPR Akan Tindak Lanjuti Hasil Evaluasi
Puan mengatakan DPR akan mencermati hasil evaluasi pelatihan yang dilakukan pemerintah. Menurut dia, tindak lanjut perlu dilakukan setelah terlihat dengan jelas perubahan apa saja yang diterapkan dalam pola pembekalan bagi peserta SPPI.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sebelumnya telah mengubah pendekatan kegiatan dari latihan dasar kemiliteran menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Penyesuaian itu dilakukan setelah evaluasi internal menyusul kematian lima peserta selama pelatihan.
Dalam skema baru, kegiatan yang bersifat teknis dan taktis militer disebut dikurangi, termasuk penghapusan materi menembak. Fokus pembekalan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.
Pernyataan Puan menambah dorongan dari parlemen agar pelatihan SPPI benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi, sekaligus menjamin aspek keselamatan peserta selama program berlangsung.


