Sulawesipos.com – Perum BULOG terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program BULOG Campus Preneur. Program tersebut dinilai dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pangan sekaligus mendukung implementasi kebijakan pangan nasional, termasuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pangan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka menyerap masukan akademisi dan pakar terkait pembahasan RUU Pangan.
Dalam forum tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan bahwa penyusunan regulasi pangan memerlukan partisipasi publik yang luas, termasuk kontribusi dari perguruan tinggi yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman di bidang pangan.
“Universitas memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif ilmiah yang objektif dan konstruktif bagi penyempurnaan substansi RUU tentang Pangan. Masukan dari akademisi sangat penting agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” ujar Titiek, Selasa (23/6/2026).
Kampus Mitra Strategis Ketahanan Pangan
Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menilai penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada aspek produksi dan distribusi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan berbagai gagasan besar mengenai pangan menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“BULOG melihat kampus sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan pangan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, gagasan besar tentang pangan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari edukasi, distribusi, hingga pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Ahmad Rizal.
Libatkan Mahasiswa dalam Ekosistem Pangan
Sebagai implementasi nyata, BULOG mengembangkan program Campus Preneur yang menghubungkan BULOG, perguruan tinggi, mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis generasi muda.
Melalui program ini, mahasiswa didorong menjadi wirausahawan muda pangan melalui pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK) Muda, Mitra Pangan Muda, serta Penggerak Gerakan Pangan Murah (GPM) Muda.
Mahasiswa dapat berperan dalam membuka dan mendampingi outlet RPK, menjadi fasilitator desa binaan, melakukan edukasi pangan kepada masyarakat, hingga mendukung pelaksanaan program pangan murah di lingkungan kampus maupun daerah.
Menurut Ahmad Rizal, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) karena memberikan pengalaman praktis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Campus Preneur dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pangan nasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.
Dukung Pembahasan RUU Pangan
BULOG menilai semangat kolaborasi yang dibangun melalui Campus Preneur dapat menjadi salah satu masukan strategis dalam pembahasan RUU tentang Pangan, terutama terkait penguatan peran perguruan tinggi, generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat dalam sistem pangan nasional.
Melalui keterlibatannya dalam forum Panja Komisi IV DPR RI di UNS, BULOG berharap regulasi yang sedang disusun mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai model kolaborasi inovatif antara dunia pendidikan dan sektor pangan.
Program Campus Preneur diharapkan menjadi salah satu contoh sinergi yang mampu menghubungkan riset, pendidikan, kewirausahaan, dan kebutuhan pangan masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.


