Pemain Turki Menangis Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Kekalahan dari Paraguay Jadi Akhir Pahit

Sulawesipos.com – Kesedihan menyelimuti skuad Tim Nasional Turki setelah dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia FIFA 2026. Kekalahan 0-1 dari Tim Nasional Paraguay pada laga Grup D di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6/2026) WITA.

Begitu peluit panjang dibunyikan, sejumlah pemain Turki terlihat tak mampu menyembunyikan kekecewaan. Beberapa di antaranya terduduk di lapangan sambil menutupi wajah, sementara yang lain menangis karena gagal membawa negaranya melangkah ke fase gugur.

Momen emosional itu menjadi gambaran akhir pahit Turki di turnamen. Dalam dua pertandingan Grup D, Arda Guler dan kawan-kawan menelan dua kekalahan tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Foto-foto pemain Turki yang sedih setelah pertandingan beredar luas di media sosial. Fabrizio Romano turut mengunggah momen tersebut dan menyoroti kekecewaan besar skuad Turki setelah tersingkir lebih cepat.

Tangis pemain Turki jadi sorotan

Momen paling emosional terjadi setelah pertandingan berakhir. Kamera televisi menangkap sejumlah pemain Turki menangis di lapangan usai dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya.

BACA JUGA:  Lennart Karl Cedera Parah, Impian Piala Dunia 2026 Bersama Jerman Kandas

Kekecewaan tersebut cukup beralasan mengingat Turki tampil cukup dominan sepanjang pertandingan. Namun, dominasi permainan tidak mampu dikonversi menjadi gol yang dibutuhkan untuk menjaga asa lolos dari fase grup.

Dilansir dari Detik, Turki melepaskan 31 tembakan sepanjang laga dengan enam di antaranya tepat sasaran. Meski terus menekan dan menciptakan banyak peluang, mereka gagal membongkar pertahanan Paraguay yang tampil disiplin dan solid hingga peluit akhir berbunyi.

Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor utama yang membuat Turki harus menelan kekalahan pahit. Di sisi lain, Paraguay mampu bermain efektif dan memanfaatkan kesempatan yang dimiliki untuk mengamankan kemenangan.

WhatsApp Image 2026-06-20 at 14.46.45
Pelatih timnas Turki, Vincenzo Montella, tertangkap kamera menenangkan para pemainnya yang menangis setelah dipastikan tersingkir usai kalah 0-1 dari Paraguay dan tersingkir dari Piala Dunia 2026. dok/fabriziorom

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Turki di Piala Dunia 2026. Tangis para pemain setelah pertandingan menjadi gambaran betapa besar harapan yang mereka bawa ke turnamen ini, namun harus berakhir dengan kekecewaan setelah gagal mencapai fase gugur.

Gol cepat Galarza bikin Turki mengejar sejak awal

Paraguay membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui Matias Galarza. Gol cepat itu membuat Turki berada dalam tekanan sejak awal dan harus mengejar sepanjang laga.

BACA JUGA:  Cody Gakpo Cetak Dua Gol Penalti, Belanda Menang Dramatis 2-1 atas Uzbekistan

Galarza menyambar bola pantulan dari Julio Enciso di depan kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang merobek gawang Turki. Gol itu menjadi satu-satunya pembeda hingga pertandingan selesai.

Turki berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk sundulan Mert Muldur pada menit ke-36. Namun, bola masih membentur mistar dan gagal mengubah skor.

Pada babak kedua, Turki terus menekan setelah Miguel Almiron mendapat kartu merah. Namun, penyelesaian akhir Arda Guler dan kawan-kawan tetap tidak cukup untuk menyelamatkan pertandingan.

Nol gol dalam dua laga jadi catatan pahit

Turki meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan catatan pahit: dua pertandingan, dua kekalahan, dan tanpa gol. Catatan ini membuat kesedihan para pemain setelah laga semakin terasa kuat.

Outlook India melaporkan peluit akhir memastikan Turki tersingkir dari turnamen. Sementara Paraguay menjaga peluang lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan tipis tersebut.

Kegagalan ini menjadi pukulan bagi generasi Turki yang diperkuat sejumlah pemain kreatif seperti Arda Guler dan Hakan Calhanoglu. Dominasi peluang tidak mampu diubah menjadi hasil yang menyelamatkan nasib mereka.

BACA JUGA:  Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026, Laga Pembuka Diwarnai Tiga Kartu Merah

Tangis para pemain Turki akhirnya menjadi simbol kegagalan mereka di Grup D. Paraguay merayakan kemenangan penting, sementara Turki harus pulang lebih cepat dengan kekecewaan besar.

Sulawesipos.com – Kesedihan menyelimuti skuad Tim Nasional Turki setelah dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia FIFA 2026. Kekalahan 0-1 dari Tim Nasional Paraguay pada laga Grup D di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6/2026) WITA.

Begitu peluit panjang dibunyikan, sejumlah pemain Turki terlihat tak mampu menyembunyikan kekecewaan. Beberapa di antaranya terduduk di lapangan sambil menutupi wajah, sementara yang lain menangis karena gagal membawa negaranya melangkah ke fase gugur.

Momen emosional itu menjadi gambaran akhir pahit Turki di turnamen. Dalam dua pertandingan Grup D, Arda Guler dan kawan-kawan menelan dua kekalahan tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Foto-foto pemain Turki yang sedih setelah pertandingan beredar luas di media sosial. Fabrizio Romano turut mengunggah momen tersebut dan menyoroti kekecewaan besar skuad Turki setelah tersingkir lebih cepat.

Tangis pemain Turki jadi sorotan

Momen paling emosional terjadi setelah pertandingan berakhir. Kamera televisi menangkap sejumlah pemain Turki menangis di lapangan usai dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya.

BACA JUGA:  Kejutan Skuad Inggris Piala Dunia 2026: Tuchel Coret Foden dan Cole Palmer!

Kekecewaan tersebut cukup beralasan mengingat Turki tampil cukup dominan sepanjang pertandingan. Namun, dominasi permainan tidak mampu dikonversi menjadi gol yang dibutuhkan untuk menjaga asa lolos dari fase grup.

Dilansir dari Detik, Turki melepaskan 31 tembakan sepanjang laga dengan enam di antaranya tepat sasaran. Meski terus menekan dan menciptakan banyak peluang, mereka gagal membongkar pertahanan Paraguay yang tampil disiplin dan solid hingga peluit akhir berbunyi.

Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor utama yang membuat Turki harus menelan kekalahan pahit. Di sisi lain, Paraguay mampu bermain efektif dan memanfaatkan kesempatan yang dimiliki untuk mengamankan kemenangan.

WhatsApp Image 2026-06-20 at 14.46.45
Pelatih timnas Turki, Vincenzo Montella, tertangkap kamera menenangkan para pemainnya yang menangis setelah dipastikan tersingkir usai kalah 0-1 dari Paraguay dan tersingkir dari Piala Dunia 2026. dok/fabriziorom

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Turki di Piala Dunia 2026. Tangis para pemain setelah pertandingan menjadi gambaran betapa besar harapan yang mereka bawa ke turnamen ini, namun harus berakhir dengan kekecewaan setelah gagal mencapai fase gugur.

Gol cepat Galarza bikin Turki mengejar sejak awal

Paraguay membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui Matias Galarza. Gol cepat itu membuat Turki berada dalam tekanan sejak awal dan harus mengejar sepanjang laga.

BACA JUGA:  Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1, Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026  

Galarza menyambar bola pantulan dari Julio Enciso di depan kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang merobek gawang Turki. Gol itu menjadi satu-satunya pembeda hingga pertandingan selesai.

Turki berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk sundulan Mert Muldur pada menit ke-36. Namun, bola masih membentur mistar dan gagal mengubah skor.

Pada babak kedua, Turki terus menekan setelah Miguel Almiron mendapat kartu merah. Namun, penyelesaian akhir Arda Guler dan kawan-kawan tetap tidak cukup untuk menyelamatkan pertandingan.

Nol gol dalam dua laga jadi catatan pahit

Turki meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan catatan pahit: dua pertandingan, dua kekalahan, dan tanpa gol. Catatan ini membuat kesedihan para pemain setelah laga semakin terasa kuat.

Outlook India melaporkan peluit akhir memastikan Turki tersingkir dari turnamen. Sementara Paraguay menjaga peluang lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan tipis tersebut.

Kegagalan ini menjadi pukulan bagi generasi Turki yang diperkuat sejumlah pemain kreatif seperti Arda Guler dan Hakan Calhanoglu. Dominasi peluang tidak mampu diubah menjadi hasil yang menyelamatkan nasib mereka.

BACA JUGA:  Carlo Ancelotti Resmi Tangani Brasil hingga 2030, Bidik Dua Piala Dunia Sekaligus

Tangis para pemain Turki akhirnya menjadi simbol kegagalan mereka di Grup D. Paraguay merayakan kemenangan penting, sementara Turki harus pulang lebih cepat dengan kekecewaan besar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru