Pertanian Jadi Motor Utama Ekonomi, Sumbang 50 Persen Pertumbuhan 7,8 Persen

SulawesiPos.com – Pertanian menjadi sektor unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 7,8 persen. Bahkan, sekitar 50 persen dari capaian tersebut disumbangkan oleh sektor pertanian yang terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah kini mendorong penguatan sistem pertanian terintegrasi melalui konsep petik, panen, olah, dan jual guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi serta kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut diawali dengan perbaikan kualitas benih melalui penggunaan benih unggul, pengolahan lahan yang baik, pemeliharaan tanaman yang optimal hingga proses panen yang terencana. Seluruh tahapan dijalankan secara terstruktur sesuai rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) agar pengembangan sektor pertanian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menaruh perhatian pada tata niaga pertanian dari hulu hingga hilir. Dengan sistem yang terintegrasi, sektor pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membuka peluang kerja di berbagai bidang pendukung.

“Penangkaran benih misalnya, melibatkan banyak pihak mulai dari pengemasan, percetakan label, pengujian laboratorium, penyemaian, distribusi hingga transportasi. Semua tahapan ini menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja baru,” ujar Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA:  BNI Cabang Sengkang Salurkan 350 Paket Sembako di Bone, Soppeng, Wajo

Karena itu, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian juga menjadi fokus utama. Kehadiran industri di sektor ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Bone, mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, S.E., M.M., Asisten II Setda Bone, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone.

Usai pendataan, petugas melakukan penempelan stiker sebagai tanda bahwa Rumah Jabatan Bupati Bone telah mengikuti Sensus Ekonomi 2026. Bupati Bone tercatat sebagai responden ke-14 yang didata dalam pelaksanaan sensus tersebut.

Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kami mengajak masyarakat memberikan data dan jawaban yang akurat dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujar Andi Asman Sulaiman.

BACA JUGA:  Libatkan Kepala Desa Verifikasi Siswa Sekolah Rakyat, Bupati Bone: Mereka Paling Tahu Warganya

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Pelaksanaan pendataan ini menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bone yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 900 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bone untuk melakukan pendataan secara langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah guna memperoleh gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah.

Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, mengatakan jumlah petugas yang dilibatkan dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadikan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan jumlah petugas sensus terbanyak kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.

Menurutnya, keterlibatan ratusan petugas tersebut diharapkan mampu menjangkau seluruh pelaku usaha dan masyarakat secara optimal sehingga menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi berskala nasional yang bertujuan memperoleh informasi terkini mengenai struktur dan karakteristik perekonomian di daerah, sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi di masa mendatang. (kar)

BACA JUGA:  Kantor Imigrasi Bone Resmi Beroperasi, Pengawasan Orang Asing Jadi Prioritas Utama

SulawesiPos.com – Pertanian menjadi sektor unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 7,8 persen. Bahkan, sekitar 50 persen dari capaian tersebut disumbangkan oleh sektor pertanian yang terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah kini mendorong penguatan sistem pertanian terintegrasi melalui konsep petik, panen, olah, dan jual guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi serta kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut diawali dengan perbaikan kualitas benih melalui penggunaan benih unggul, pengolahan lahan yang baik, pemeliharaan tanaman yang optimal hingga proses panen yang terencana. Seluruh tahapan dijalankan secara terstruktur sesuai rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) agar pengembangan sektor pertanian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menaruh perhatian pada tata niaga pertanian dari hulu hingga hilir. Dengan sistem yang terintegrasi, sektor pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membuka peluang kerja di berbagai bidang pendukung.

“Penangkaran benih misalnya, melibatkan banyak pihak mulai dari pengemasan, percetakan label, pengujian laboratorium, penyemaian, distribusi hingga transportasi. Semua tahapan ini menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja baru,” ujar Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman SSos MM, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA:  Kantor Imigrasi Bone Resmi Beroperasi, Pengawasan Orang Asing Jadi Prioritas Utama

Karena itu, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian juga menjadi fokus utama. Kehadiran industri di sektor ini diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Bone, mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, S.E., M.M., Asisten II Setda Bone, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone.

Usai pendataan, petugas melakukan penempelan stiker sebagai tanda bahwa Rumah Jabatan Bupati Bone telah mengikuti Sensus Ekonomi 2026. Bupati Bone tercatat sebagai responden ke-14 yang didata dalam pelaksanaan sensus tersebut.

Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kami mengajak masyarakat memberikan data dan jawaban yang akurat dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujar Andi Asman Sulaiman.

BACA JUGA:  Program Serambi di Bone, Bank Indonesia Gaungkan Cinta Rupiah

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Pelaksanaan pendataan ini menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bone yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 900 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Bone untuk melakukan pendataan secara langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah guna memperoleh gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah.

Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, mengatakan jumlah petugas yang dilibatkan dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadikan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan jumlah petugas sensus terbanyak kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.

Menurutnya, keterlibatan ratusan petugas tersebut diharapkan mampu menjangkau seluruh pelaku usaha dan masyarakat secara optimal sehingga menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi berskala nasional yang bertujuan memperoleh informasi terkini mengenai struktur dan karakteristik perekonomian di daerah, sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi di masa mendatang. (kar)

BACA JUGA:  Seleksi Ketat Kades PAW 2026 di Bone, 52 Calon Disaring Lewat Uji Kompetensi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru