Dubes Israel Bentak Pejabat PBB saat Debat Kekerasan Seksual dalam Konflik Gaza

SulawesiPos.com – Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, membentak pejabat PBB saat debat di Sidang Majelis Umum, Jumat (19/6/2026), yang membahas kekerasan seksual dalam konflik, termasuk selama agresi Israel di Jalur Gaza.

Insiden itu terjadi dalam forum peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik. Danon berteriak kepada Vanessa Frazier, utusan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, ketika Frazier mencoba menyampaikan poin ketertiban.

Keributan bermula saat Danon menyampaikan kritik keras kepada Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik, Pramila Patten. Ia menuntut Patten mundur terkait laporan tahun 2025 mengenai pola kekerasan seksual terhadap warga Palestina yang ditahan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.

Perdebatan Memanas Saat Kritik Menyasar Pejabat PBB

Dikutip dari CNN Indonesia yang melansir Anadolu Agency, Danon menuduh Patten tunduk pada “obsesi sekretaris jenderal untuk menargetkan Israel”. Pernyataan itu kemudian ditanggapi Vanessa Frazier karena dinilai mulai keluar dari substansi perdebatan.

BACA JUGA:  Ahmad Heryawan Dukung Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza, Tekankan Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa

“Maaf, tetapi saya harus menyampaikan poin ketertiban,” kata Frazier dalam forum tersebut.

Namun, Danon langsung meninggikan suara dan meminta Frazier diam. Ia menyatakan dirinya masih berbicara dalam forum tersebut.

“Tidak, Anda diam! Karena saya sedang berbicara sekarang!” kata Danon.

Danon kemudian kembali menyerang Frazier secara verbal. Ia menuding Frazier sebagai bagian dari apa yang ia sebut sebagai obsesi terhadap Israel.

“Memalukan kau. Kau adalah bagian dari obsesi ini,” ujar Danon kepada Frazier.

Frazier Tolak Perdebatan Dibawa ke Ranah Pribadi

Frazier menolak diam dan menegaskan bahwa forum tersebut tidak seharusnya menjadi serangan personal. Ia kembali meminta kesempatan untuk menyampaikan poin ketertiban.

“Ini seharusnya bukan masalah pribadi. Saya ingin poin ketertiban,” kata Frazier.

Danon kembali melanjutkan pernyataannya dengan nada keras. Ia menyebut Israel sebagai negara anggota PBB dan menuding pejabat PBB melakukan tekanan terhadap negaranya.

“Kami tidak akan membiarkan Anda menindas kami. Kami adalah negara anggota, dan Anda bekerja untuk PBB, dan Anda akan diam sekarang. Anda akan diam, Anda dan laporan memalukan Anda,” ujar Danon.

BACA JUGA:  Hidayat Nur Wahid Kecam UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Diskriminatif terhadap Rakyat Palestina

Dalam forum itu, Danon juga menuduh Pramila Patten sebagai “kolaborator dalam aib ini”. Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap laporan PBB mengenai dugaan kekerasan seksual dalam konflik.

Laporan PBB Soroti Anak-anak Palestina

Vanessa Frazier sebelumnya menerbitkan laporan yang memasukkan tentara dan pasukan keamanan Israel ke dalam daftar hitam karena dugaan pelanggaran berat terhadap anak-anak Palestina.

Laporan tersebut menyebut anak-anak mengalami penderitaan terparah akibat pelanggaran berat sejak mandat pemantauan dibuat tiga dekade lalu. Dalam laporan itu, pasukan Israel disebut bertanggung jawab atas sebagian besar pelanggaran untuk pertama kalinya.

Selain itu, laporan tahun 2025 tentang kekerasan seksual mencatat Israel belum memberikan akses kepada badan PBB untuk memantau situasi. Akses bantuan kemanusiaan juga disebut masih sangat terbatas.

Perdebatan keras di forum PBB itu menunjukkan kembali tajamnya ketegangan diplomatik terkait perang di Gaza. Isu pelanggaran terhadap warga sipil, anak-anak, dan tahanan Palestina terus menjadi perhatian lembaga internasional.

BACA JUGA:  Amnesty Internasional: Pernyataan Kemlu Soal BoP Belum Menjawab Keresahan Masyarakat

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan tambahan dalam laporan tersebut mengenai langkah lanjutan PBB terhadap insiden perdebatan di Sidang Majelis Umum tersebut.

SulawesiPos.com – Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, membentak pejabat PBB saat debat di Sidang Majelis Umum, Jumat (19/6/2026), yang membahas kekerasan seksual dalam konflik, termasuk selama agresi Israel di Jalur Gaza.

Insiden itu terjadi dalam forum peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik. Danon berteriak kepada Vanessa Frazier, utusan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, ketika Frazier mencoba menyampaikan poin ketertiban.

Keributan bermula saat Danon menyampaikan kritik keras kepada Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan Seksual dalam Konflik, Pramila Patten. Ia menuntut Patten mundur terkait laporan tahun 2025 mengenai pola kekerasan seksual terhadap warga Palestina yang ditahan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.

Perdebatan Memanas Saat Kritik Menyasar Pejabat PBB

Dikutip dari CNN Indonesia yang melansir Anadolu Agency, Danon menuduh Patten tunduk pada “obsesi sekretaris jenderal untuk menargetkan Israel”. Pernyataan itu kemudian ditanggapi Vanessa Frazier karena dinilai mulai keluar dari substansi perdebatan.

BACA JUGA:  MUI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan di Board of Peace

“Maaf, tetapi saya harus menyampaikan poin ketertiban,” kata Frazier dalam forum tersebut.

Namun, Danon langsung meninggikan suara dan meminta Frazier diam. Ia menyatakan dirinya masih berbicara dalam forum tersebut.

“Tidak, Anda diam! Karena saya sedang berbicara sekarang!” kata Danon.

Danon kemudian kembali menyerang Frazier secara verbal. Ia menuding Frazier sebagai bagian dari apa yang ia sebut sebagai obsesi terhadap Israel.

“Memalukan kau. Kau adalah bagian dari obsesi ini,” ujar Danon kepada Frazier.

Frazier Tolak Perdebatan Dibawa ke Ranah Pribadi

Frazier menolak diam dan menegaskan bahwa forum tersebut tidak seharusnya menjadi serangan personal. Ia kembali meminta kesempatan untuk menyampaikan poin ketertiban.

“Ini seharusnya bukan masalah pribadi. Saya ingin poin ketertiban,” kata Frazier.

Danon kembali melanjutkan pernyataannya dengan nada keras. Ia menyebut Israel sebagai negara anggota PBB dan menuding pejabat PBB melakukan tekanan terhadap negaranya.

“Kami tidak akan membiarkan Anda menindas kami. Kami adalah negara anggota, dan Anda bekerja untuk PBB, dan Anda akan diam sekarang. Anda akan diam, Anda dan laporan memalukan Anda,” ujar Danon.

BACA JUGA:  KTT D-8 di Jakarta Akan Bahas Solusi Dua Negara Palestina-Israel hingga Penguatan Ekonomi Negara Anggota

Dalam forum itu, Danon juga menuduh Pramila Patten sebagai “kolaborator dalam aib ini”. Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap laporan PBB mengenai dugaan kekerasan seksual dalam konflik.

Laporan PBB Soroti Anak-anak Palestina

Vanessa Frazier sebelumnya menerbitkan laporan yang memasukkan tentara dan pasukan keamanan Israel ke dalam daftar hitam karena dugaan pelanggaran berat terhadap anak-anak Palestina.

Laporan tersebut menyebut anak-anak mengalami penderitaan terparah akibat pelanggaran berat sejak mandat pemantauan dibuat tiga dekade lalu. Dalam laporan itu, pasukan Israel disebut bertanggung jawab atas sebagian besar pelanggaran untuk pertama kalinya.

Selain itu, laporan tahun 2025 tentang kekerasan seksual mencatat Israel belum memberikan akses kepada badan PBB untuk memantau situasi. Akses bantuan kemanusiaan juga disebut masih sangat terbatas.

Perdebatan keras di forum PBB itu menunjukkan kembali tajamnya ketegangan diplomatik terkait perang di Gaza. Isu pelanggaran terhadap warga sipil, anak-anak, dan tahanan Palestina terus menjadi perhatian lembaga internasional.

BACA JUGA:  Hidayat Nur Wahid Kecam UU Hukuman Mati Israel, Dinilai Diskriminatif terhadap Rakyat Palestina

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan tambahan dalam laporan tersebut mengenai langkah lanjutan PBB terhadap insiden perdebatan di Sidang Majelis Umum tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru