SulawesiPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Strategis Nasional melalui pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyukseskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melepaskan paradigma kampus sebagai menara gading yang terpisah dari realitas sosial.
Melalui program ini, Unhas tidak hanya berperan sebagai unit produksi dan distribusi makanan bergizi, tetapi juga mengintegrasikan tata kelola, standar gizi, keamanan pangan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Konsep ini dirancang untuk menjadi model percontohan yang berbasis pada praktik cerdas (smart practices).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa proyek ini memadukan fungsi akademis dengan aksi sosial nyata. Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan program pemenuhan gizi nasional.
“SPPG Unhas juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran dan inovasi yang dapat menghasilkan praktik terbaik dan praktik cerdas guna mendukung keberlanjutan program MBG,” ujar Ishaq dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Secara administratif, lanjut Ishaq, SPPG Unhas dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademika, sebuah lembaga non-profit milik Unhas yang telah bergerak di bidang sosial selama 20 tahun. Pembangunan dapur operasionalnya memanfaatkan area kosong di lingkungan kampus dengan pendanaan yang melibatkan mitra kerja sama melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, sehingga tidak membebani anggaran internal universitas.
Fasilitas ini juga mengedepankan aspek ramah lingkungan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 10 kubik teknologi terbaru, jauh di atas standar kebutuhan dapur sejenis yang hanya 3 kubik. Selain itu, operasional SPPG berhasil mendorong terbentuknya ekosistem rantai pasok (supply chain) internal yang unik sejak diresmikan pada 28 April 2026.
Berbagai fakultas di Unhas turut mengambil peran dalam menyuplai bahan baku segar. Fakultas Pertanian menyuplai sayur-mayur, Fakultas Kehutanan menyediakan jamur tiram, dan Fakultas Peternakan memasok daging ayam, telur, serta olahan daging sapi. Sementara itu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan saat ini sedang bersiap menyuplai kebutuhan ikan nila dalam bentuk fillet.
Ishaq Rahman kembali menegaskan bahwa seluruh ekosistem yang dibangun di dalam kampus ini murni ditujukan untuk kepentingan publik dan menepis anggapan adanya komersialisasi di lingkungan akademis. Pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan riset.
“Pengelolaan SPPG bukan merupakan bentuk komersialisasi kampus. Program ini berorientasi pada kontribusi akademik dan sosial, bukan pencarian keuntungan ekonomi,” tegas Ishaq yang juga dosen Jurusan Hubungan Internasional ini.
Melalui keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, Unhas berharap model pendekatan ini dapat menjadi acuan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui perbaikan gizi yang terukur, transparan, dan akuntabel.


