Menuju Swasembada Pangan, BULOG Catat Rekor Serapan 3,01 Juta Ton, Bone Tembus 81.786 Ton

SulawesiPos.com – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga Rabu, (3/6/2026), realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional tahun 2026 sebesar 4 juta ton.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, serta stabilitas harga pangan di Indonesia.

Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Cabang Bone turut memberikan kontribusi signifikan. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani di wilayah kerja BULOG Kancab Bone telah mencapai 81.786 ton setara beras.

Pimpinan Cabang Perum BULOG Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti komitmen BULOG dalam memastikan hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

BACA JUGA:  Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Dijual di Bawah HET dan Mudah Diakses Masyarakat

“Realisasi serapan sebesar 81.786 ton setara beras di wilayah kerja Kancab Bone menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Iskandar, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan serapan nasional tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan BULOG yang bekerja intensif selama musim panen berlangsung.

Keberhasilan tersebut juga menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif. Kebijakan ini dinilai mampu memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan semangat petani dalam berproduksi.

Dampak positif lainnya terlihat pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah menembus lebih dari 5 juta ton, menjadi level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

BACA JUGA:  Bulog Serap 3,01 Juta Ton Gabah-Beras Nasional, Capai 75 Persen Target 2026

Ketersediaan stok yang kuat tersebut menjadi modal strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras, menyalurkan bantuan pangan, serta mengantisipasi berbagai potensi bencana maupun gejolak pasar di masa mendatang.

Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi, BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan serapan gabah dan beras bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan cerminan nyata keberpihakan negara kepada petani Indonesia.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutupnya.

Capaian tersebut semakin mempertegas peran BULOG sebagai instrumen strategis negara dalam menjaga ketahanan pangan. Di tengah berbagai tantangan global, keberhasilan menyerap hasil panen petani secara masif menjadi bukti bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan serta kesejahteraan petani yang lebih baik. (kar)

BACA JUGA:  Bone Topang Kebutuhan Jagung Nasional, 2 Ribu Ton Dikirim ke Tulungagung

SulawesiPos.com – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga Rabu, (3/6/2026), realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional tahun 2026 sebesar 4 juta ton.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, serta stabilitas harga pangan di Indonesia.

Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Cabang Bone turut memberikan kontribusi signifikan. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani di wilayah kerja BULOG Kancab Bone telah mencapai 81.786 ton setara beras.

Pimpinan Cabang Perum BULOG Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti komitmen BULOG dalam memastikan hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

BACA JUGA:  Bulog Serap 3,01 Juta Ton Gabah-Beras Nasional, Capai 75 Persen Target 2026

“Realisasi serapan sebesar 81.786 ton setara beras di wilayah kerja Kancab Bone menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Iskandar, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan serapan nasional tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan BULOG yang bekerja intensif selama musim panen berlangsung.

Keberhasilan tersebut juga menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif. Kebijakan ini dinilai mampu memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan semangat petani dalam berproduksi.

Dampak positif lainnya terlihat pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah menembus lebih dari 5 juta ton, menjadi level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

BACA JUGA:  Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Dijual di Bawah HET dan Mudah Diakses Masyarakat

Ketersediaan stok yang kuat tersebut menjadi modal strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras, menyalurkan bantuan pangan, serta mengantisipasi berbagai potensi bencana maupun gejolak pasar di masa mendatang.

Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi, BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan serapan gabah dan beras bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan cerminan nyata keberpihakan negara kepada petani Indonesia.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutupnya.

Capaian tersebut semakin mempertegas peran BULOG sebagai instrumen strategis negara dalam menjaga ketahanan pangan. Di tengah berbagai tantangan global, keberhasilan menyerap hasil panen petani secara masif menjadi bukti bahwa Indonesia semakin kokoh menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan serta kesejahteraan petani yang lebih baik. (kar)

BACA JUGA:  Komisi IV DPR RI Tinjau Bulog Labuan Bajo, Stok Aman tapi Fasilitas Pascapanen Jadi Sorotan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru