SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya keberanian bangsa Indonesia dalam mengambil keputusan yang tidak mudah demi kepentingan jangka panjang negara. Ia menilai, kemandirian menjadi kunci utama agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6), Prabowo menegaskan bahwa tidak ada negara lain yang akan membantu Indonesia ketika berada dalam kesulitan.
“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Karena sesungguhnya, tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita,” tegas Prabowo dalam pidatonya di Hari Kelahiran Pancasila, di Jakarta, Senin (1/6).
“Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita,” lanjut Prabowo.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat berdikari sebagaimana diajarkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa.
“Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia telah dirancang oleh para pendiri bangsa dengan menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan nasional.
“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun, cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita, oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan semua pendiri-pendiri bangsa kita, tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Prabowo.
Menurutnya, amanat konstitusi tersebut menegaskan bahwa ekonomi nasional harus dibangun secara gotong royong dengan prinsip kekeluargaan.
Ia menekankan pentingnya penguatan koperasi, usaha kecil dan menengah, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat. Dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Prabowo juga menegaskan bahwa rakyat harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan pemerintah.
“Karena itu rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan. Bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembangunan ekonomi adalah menciptakan keadilan sosial dengan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Ekonomi kita adalah ekonomi yang berkeadilan sosial. Inilah tujuan dari seluruh perjuangan kita. Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan sejumlah agenda transformasi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, program makan bergizi gratis, hingga peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah juga fokus memperbaiki tata kelola ekonomi agar kebocoran kekayaan negara dapat diminimalkan.
Prabowo mengakui bahwa proses transformasi tersebut tidak akan berjalan tanpa tantangan. Ia menyebut kemungkinan adanya perlawanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh upaya pemberantasan praktik ekonomi ilegal dan korupsi.
“Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” ujarnya.

