Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Bakal Dibahas di Rapat Dengar Pendapat, Kesbangpol Siap Jelaskan Proses Penilaian

SulawesiPos.com – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang ramai diperbincangkan di media sosial akan dibahas lebih lanjut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

RDP tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 mendatang dengan menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), panitia seleksi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penjaringan peserta Paskibraka Sulsel.

Forum itu digelar guna memperoleh penjelasan menyeluruh terkait tahapan seleksi, sistem penilaian, hingga proses penetapan peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

Polemik ini mencuat setelah peserta asal Kota Makassar berinisial CYL disebut tidak masuk dalam tiga besar peserta yang dikirim mengikuti seleksi nasional.

Isu tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi publik terkait proses seleksi.

Menanggapi hal itu, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai mekanisme nasional dan dilakukan secara objektif serta transparan.

BACA JUGA:  Polemik Seleksi Paskibraka Makassar Viral, Direktur BPIP Pastikan Penilaian Dilakukan Secara Objektif

Menurutnya, isu pergantian peserta yang berkembang di media sosial tidak sesuai dengan fakta proses seleksi yang berlangsung.

Ia menjelaskan hingga tahapan akhir belum pernah ada pengumuman resmi mengenai tiga besar peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, istilah “penggantian peserta” dinilai tidak tepat.

Ia menyebut, peserta yang dipanggil mengikuti sesi pendalaman bukan berarti otomatis masuk final.

“Setelah kelompok pertama dipanggil, ada lagi peserta berikutnya yang menjalani pendalaman. Peserta yang dipanggil berikutnya inilah yang kemudian dianggap sebagai pengganti, padahal bukan begitu mekanismenya,” ungkapnya dikutip Jumat (29/5/2026).

Bustanul mengatakan proses seleksi melibatkan tim pusat, mulai dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Ia juga membantah isu yang menyebut kemampuan bahasa daerah menjadi penentu kelulusan peserta menuju tingkat nasional.

Menurutnya, pertanyaan terkait bahasa daerah hanya bersifat pengenalan identitas peserta dan tidak memengaruhi hasil akhir penilaian.

BACA JUGA:  Soroti Polemik Paskibraka Nasional 2026, Appi Minta Seleksi Lebih Transparan dan Berkeadilan

“Bahasa daerah ini bukan syarat untuk masuk ke tahapan selanjutnya. Tahu atau tidaknya tidak akan menggugurkan,” jelasnya.

Kesbangpol Sulsel memastikan CYL tetap dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.

Namun berdasarkan hasil akumulasi penilaian, peserta tersebut berada di peringkat ketujuh, sementara kuota yang dikirim ke tingkat nasional hanya tiga pasang peserta putra dan putri dengan nilai tertinggi.

Pemprov Sulsel juga menegaskan seluruh dokumen penilaian tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif apabila diperlukan dalam pembahasan RDP nanti.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga telah menerima langsung aspirasi peserta bersama Pemerintah Kota Makassar melalui Kesbangpol Kota Makassar di Rumah Jabatan Gubernur.

Sementara itu, BPIP Pusat memastikan proses seleksi Paskibraka Sulsel telah berjalan sesuai prosedur nasional dengan pengawasan dari tim monitoring dan evaluasi pusat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap polemik yang berkembang tidak mengganggu semangat peserta lain yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi secara maksimal.

BACA JUGA:  Sulawesi Selatan Bakal Cetak Sawah Baru Puluhan Ribu Hektare pada 2026

SulawesiPos.com – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang ramai diperbincangkan di media sosial akan dibahas lebih lanjut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

RDP tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 mendatang dengan menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), panitia seleksi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penjaringan peserta Paskibraka Sulsel.

Forum itu digelar guna memperoleh penjelasan menyeluruh terkait tahapan seleksi, sistem penilaian, hingga proses penetapan peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

Polemik ini mencuat setelah peserta asal Kota Makassar berinisial CYL disebut tidak masuk dalam tiga besar peserta yang dikirim mengikuti seleksi nasional.

Isu tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi publik terkait proses seleksi.

Menanggapi hal itu, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai mekanisme nasional dan dilakukan secara objektif serta transparan.

BACA JUGA:  Gubernur Andi Sudirman Temui Peserta Paskibraka Makassar, Pemprov Sulsel Buka Ruang Aspirasi

Menurutnya, isu pergantian peserta yang berkembang di media sosial tidak sesuai dengan fakta proses seleksi yang berlangsung.

Ia menjelaskan hingga tahapan akhir belum pernah ada pengumuman resmi mengenai tiga besar peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, istilah “penggantian peserta” dinilai tidak tepat.

Ia menyebut, peserta yang dipanggil mengikuti sesi pendalaman bukan berarti otomatis masuk final.

“Setelah kelompok pertama dipanggil, ada lagi peserta berikutnya yang menjalani pendalaman. Peserta yang dipanggil berikutnya inilah yang kemudian dianggap sebagai pengganti, padahal bukan begitu mekanismenya,” ungkapnya dikutip Jumat (29/5/2026).

Bustanul mengatakan proses seleksi melibatkan tim pusat, mulai dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Ia juga membantah isu yang menyebut kemampuan bahasa daerah menjadi penentu kelulusan peserta menuju tingkat nasional.

Menurutnya, pertanyaan terkait bahasa daerah hanya bersifat pengenalan identitas peserta dan tidak memengaruhi hasil akhir penilaian.

BACA JUGA:  Siswi Paskibraka Makassar Gagal Berangkat ke Istana Negara, Diduga Diganti Peserta Lain

“Bahasa daerah ini bukan syarat untuk masuk ke tahapan selanjutnya. Tahu atau tidaknya tidak akan menggugurkan,” jelasnya.

Kesbangpol Sulsel memastikan CYL tetap dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.

Namun berdasarkan hasil akumulasi penilaian, peserta tersebut berada di peringkat ketujuh, sementara kuota yang dikirim ke tingkat nasional hanya tiga pasang peserta putra dan putri dengan nilai tertinggi.

Pemprov Sulsel juga menegaskan seluruh dokumen penilaian tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif apabila diperlukan dalam pembahasan RDP nanti.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga telah menerima langsung aspirasi peserta bersama Pemerintah Kota Makassar melalui Kesbangpol Kota Makassar di Rumah Jabatan Gubernur.

Sementara itu, BPIP Pusat memastikan proses seleksi Paskibraka Sulsel telah berjalan sesuai prosedur nasional dengan pengawasan dari tim monitoring dan evaluasi pusat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap polemik yang berkembang tidak mengganggu semangat peserta lain yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi secara maksimal.

BACA JUGA:  Polemik Seleksi Paskibraka Makassar Viral, Direktur BPIP Pastikan Penilaian Dilakukan Secara Objektif

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru