10 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, 95 Rumah Warga Luwu Terendam

SulawesiPos.com – Harapan petani di Kabupaten Luwu untuk menikmati hasil panen musim ini terancam pupus setelah banjir merendam sekitar 10 hektare lahan sawah siap panen di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Luwu tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian masyarakat.

“Sebanyak 10 hektare lahan sawah siap panen ikut terendam banjir bersama 95 rumah warga. Saat ini BPBD bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak,” ujarnya dikutip Selasa (12/5/2026).

Banjir yang dipicu hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat (8/5/2026) itu menggenangi permukiman warga dan merusak area persawahan yang dalam waktu dekat seharusnya sudah memasuki masa panen.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, sedikitnya empat desa di dua kecamatan terdampak banjir, yakni Desa Rante Belu dan Desa Riwang di Kecamatan Larompong, serta Desa Temboe dan Desa Sampano di Kecamatan Larompong Selatan.

BACA JUGA: 
BMKG Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor di Sulsel, Berlaku 5–7 Januari 2026

Genangan air yang belum surut membuat banyak petani khawatir mengalami gagal panen akibat tanaman padi terendam terlalu lama.

Selain lahan pertanian, banjir juga merendam sekitar 95 rumah warga. Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu setelah sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi digenangi air.

SulawesiPos.com – Harapan petani di Kabupaten Luwu untuk menikmati hasil panen musim ini terancam pupus setelah banjir merendam sekitar 10 hektare lahan sawah siap panen di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Luwu tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian masyarakat.

“Sebanyak 10 hektare lahan sawah siap panen ikut terendam banjir bersama 95 rumah warga. Saat ini BPBD bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak,” ujarnya dikutip Selasa (12/5/2026).

Banjir yang dipicu hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat (8/5/2026) itu menggenangi permukiman warga dan merusak area persawahan yang dalam waktu dekat seharusnya sudah memasuki masa panen.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, sedikitnya empat desa di dua kecamatan terdampak banjir, yakni Desa Rante Belu dan Desa Riwang di Kecamatan Larompong, serta Desa Temboe dan Desa Sampano di Kecamatan Larompong Selatan.

BACA JUGA: 
BMKG Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor di Sulsel, Berlaku 5–7 Januari 2026

Genangan air yang belum surut membuat banyak petani khawatir mengalami gagal panen akibat tanaman padi terendam terlalu lama.

Selain lahan pertanian, banjir juga merendam sekitar 95 rumah warga. Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu setelah sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi digenangi air.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru