SulawesiPos.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar menggelar aksi demonstrasi di DPRD Kota Makassar, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Dalam aksi tersebut, massa menuntut pemerintah daerah bersama legislatif untuk mengevaluasi pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Mereka mendorong agar alokasi dana tersebut lebih diarahkan pada sektor pendidikan.
Ketua HMI Cabang Makassar, Sarah Agus Salim, menilai pemanfaatan dana CSR di Kota Makassar selama ini belum menyentuh persoalan mendasar.
Ia menyebut, anggaran CSR cenderung digunakan untuk kegiatan seremonial seperti pembagian sembako dan seminar, sementara masalah putus sekolah masih tergolong tinggi.
“Kami mengupayakan bagaimana dana-dana CSR yang ada di Kota Makassar ini lebih diprioritaskan untuk dunia pendidikan. Kami melihat dana yang dikelola lebih ke pembagian sembako, padahal angka putus sekolah sangat tinggi,” ujar Sarah, Selasa (6/5/2026).
Selain itu, ia juga meminta adanya keterbukaan anggaran serta audit terhadap perusahaan yang dinilai tidak menjalankan kewajiban CSR sesuai ketentuan.
Aspirasi mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, bersama Anggota Komisi C, Ray Suryadi.
Ray mengapresiasi tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan mengakui perlunya langkah strategis dari Pemerintah Kota Makassar untuk menekan angka putus sekolah.
“Ini tuntutan yang sangat bagus dari teman-teman HMI. Jika CSR atau TSLP ini bisa tepat sasaran, maka Pemerintah Kota Makassar mampu meminimalisir persoalan sosial yang ada,” kata Ray.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan kembali Dewan CSR sebagai upaya pengawasan, agar pengelolaan dana dari perusahaan dapat dikontrol secara transparan oleh publik, termasuk mahasiswa.

