Dua Nama Lama Kembali Masuk Istana, Prabowo Percaya Karding dan Hasan Nasbi Isi Pos Strategis

SulawesiPos.com – Dua tokoh politik nasional, Abdul Kadir Karding dan Hasan Nasbi, kembali dipercaya masuk dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Keduanya sebelumnya sempat menjabat di kabinet yang sama, sebelum akhirnya kembali mengemban tugas baru.

Hasan Nasbi diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Ia mengakhiri masa tugasnya pada April 2025, lalu sempat dipercaya menjadi Komisaris PT Pertamina.

Pada Senin (27/4/2026), Hasan Nasbi kembali ke lingkaran Istana setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding sebelumnya pernah mengisi posisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Ia terkena perombakan kabinet pada September 2025 dan posisinya digantikan oleh Mukhtarudin.

Namun, beberapa bulan kemudian, namanya kembali dipanggil Presiden untuk mengisi jabatan baru.

Bersama Hasan Nasbi dan empat tokoh lainnya, Abdul Kadir Karding mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden.

Ia resmi dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

BACA JUGA:  Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Konflik Timur Tengah hingga Mudik Lebaran

Profil Abdul Kadir Karding, Politisi PKB dengan Rekam Jejak Panjang

Abdul Kadir Karding merupakan politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa yang telah lama berkiprah di panggung politik nasional.

Ia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Masa kecilnya dihabiskan di Donggala, sementara remajanya dilalui di Palu.

Usai menamatkan pendidikan menengah, Karding melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.

Namanya kemudian dikenal luas sebagai kader PKB dengan pengalaman panjang di lembaga legislatif, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sebelum dipercaya sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, Karding sempat menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada periode 2024–2025 di Kabinet Merah Putih.

Dari sisi pendidikan, Karding merupakan alumni UNDIP.

Ia meraih gelar sarjana di Jurusan Perikanan, lalu melanjutkan pendidikan magister di bidang Administrasi Publik di kampus yang sama.

Aktivitas organisasinya sudah dimulai sejak bangku kuliah.

Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan UNDIP pada 1994–1995, serta menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 1995–1996.

BACA JUGA:  Andalkan Teknologi Dalam Negeri, Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas dalam 3 Tahun

Pengalaman organisasi tersebut menjadi fondasi awal sebelum ia terjun penuh ke dunia politik nasional.

SulawesiPos.com – Dua tokoh politik nasional, Abdul Kadir Karding dan Hasan Nasbi, kembali dipercaya masuk dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Keduanya sebelumnya sempat menjabat di kabinet yang sama, sebelum akhirnya kembali mengemban tugas baru.

Hasan Nasbi diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Ia mengakhiri masa tugasnya pada April 2025, lalu sempat dipercaya menjadi Komisaris PT Pertamina.

Pada Senin (27/4/2026), Hasan Nasbi kembali ke lingkaran Istana setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding sebelumnya pernah mengisi posisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Ia terkena perombakan kabinet pada September 2025 dan posisinya digantikan oleh Mukhtarudin.

Namun, beberapa bulan kemudian, namanya kembali dipanggil Presiden untuk mengisi jabatan baru.

Bersama Hasan Nasbi dan empat tokoh lainnya, Abdul Kadir Karding mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden.

Ia resmi dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

BACA JUGA:  Dudung Jadi KSP, Siapkan Kanal Aduan 24 Jam dan Janji Pangkas Birokrasi

Profil Abdul Kadir Karding, Politisi PKB dengan Rekam Jejak Panjang

Abdul Kadir Karding merupakan politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa yang telah lama berkiprah di panggung politik nasional.

Ia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Masa kecilnya dihabiskan di Donggala, sementara remajanya dilalui di Palu.

Usai menamatkan pendidikan menengah, Karding melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.

Namanya kemudian dikenal luas sebagai kader PKB dengan pengalaman panjang di lembaga legislatif, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sebelum dipercaya sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, Karding sempat menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada periode 2024–2025 di Kabinet Merah Putih.

Dari sisi pendidikan, Karding merupakan alumni UNDIP.

Ia meraih gelar sarjana di Jurusan Perikanan, lalu melanjutkan pendidikan magister di bidang Administrasi Publik di kampus yang sama.

Aktivitas organisasinya sudah dimulai sejak bangku kuliah.

Ia pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan UNDIP pada 1994–1995, serta menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 1995–1996.

BACA JUGA:  Prabowo Sebut Indonesia Tidak Bisa Merdeka Tanpa jasa Petani di Acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan

Pengalaman organisasi tersebut menjadi fondasi awal sebelum ia terjun penuh ke dunia politik nasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru