Genjot Produksi Bandeng, Pemkab Luwu Timur Salurkan Pupuk Subsidi ke Ribuan Petambak

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mempercepat pemulihan sektor tambak dengan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada 1.163 pembudidaya ikan.

Program ini difokuskan untuk mendorong kembali produktivitas, terutama komoditas unggulan seperti bandeng.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam menghidupkan kembali aktivitas perikanan budidaya yang sempat mengalami penurunan akibat berbagai kendala di lapangan.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menyebutkan bahwa intervensi ini tidak hanya sebatas bantuan, tetapi juga bentuk keseriusan pemerintah menjaga keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, distribusi pupuk akan diawasi secara ketat agar benar-benar diterima oleh pembudidaya yang berhak.

Pengawalan dilakukan hingga tingkat lapangan dengan melibatkan dinas terkait dan tenaga penyuluh.

“Saya instruksikan kepada Dinas Perikanan dan seluruh penyuluh untuk mengawal ketat penyaluran ini hingga ke level petani,” ujarnya.

Pada tahap awal, penyaluran difokuskan di empat kecamatan pesisir, yakni Burau 72 orang, Wotu 213 orang, Angkona 345 orang, dan Malili 473 orang.

BACA JUGA: 
Tata Kelola Pupuk Subsidi Disempurnakan, Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran 20%

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menunjang kesuburan tambak.

Alokasi tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.414.200 kg, SP-36 sebanyak 472.800 kilogram, dan pupuk organik sebanyak 2.351.600 kilogram.

Ketersediaan pupuk ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi sekaligus mendukung target swasembada komoditas perikanan di daerah.

Dukungan juga datang dari PT Pupuk Indonesia yang memastikan mekanisme distribusi berjalan transparan.

Sosialisasi terkait tata cara penebusan pupuk pun dilakukan agar pembudidaya tidak mengalami kendala saat mengakses bantuan tersebut.

SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mempercepat pemulihan sektor tambak dengan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada 1.163 pembudidaya ikan.

Program ini difokuskan untuk mendorong kembali produktivitas, terutama komoditas unggulan seperti bandeng.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam menghidupkan kembali aktivitas perikanan budidaya yang sempat mengalami penurunan akibat berbagai kendala di lapangan.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menyebutkan bahwa intervensi ini tidak hanya sebatas bantuan, tetapi juga bentuk keseriusan pemerintah menjaga keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, distribusi pupuk akan diawasi secara ketat agar benar-benar diterima oleh pembudidaya yang berhak.

Pengawalan dilakukan hingga tingkat lapangan dengan melibatkan dinas terkait dan tenaga penyuluh.

“Saya instruksikan kepada Dinas Perikanan dan seluruh penyuluh untuk mengawal ketat penyaluran ini hingga ke level petani,” ujarnya.

Pada tahap awal, penyaluran difokuskan di empat kecamatan pesisir, yakni Burau 72 orang, Wotu 213 orang, Angkona 345 orang, dan Malili 473 orang.

BACA JUGA: 
Mahasiswa Apresiasi Mentan Amran Gercep Selesaikan Aduan Pupuk Subsidi

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menunjang kesuburan tambak.

Alokasi tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.414.200 kg, SP-36 sebanyak 472.800 kilogram, dan pupuk organik sebanyak 2.351.600 kilogram.

Ketersediaan pupuk ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi sekaligus mendukung target swasembada komoditas perikanan di daerah.

Dukungan juga datang dari PT Pupuk Indonesia yang memastikan mekanisme distribusi berjalan transparan.

Sosialisasi terkait tata cara penebusan pupuk pun dilakukan agar pembudidaya tidak mengalami kendala saat mengakses bantuan tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru