Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Terbakar, Diduga Berawal dari Barang Bekas

SulawesiPos.com – Kebakaran melanda Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Pasar Minggu, Senin (20/4/2026).

Insiden yang terjadi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini diduga bermula dari tumpukan barang bekas seperti meja, kursi, dan komputer di area luar gedung.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Beni Irawan, menyebut api awalnya muncul dari lokasi tersebut sebelum akhirnya membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

“Api awalnya kelihatan di tempat tumpukan barang-barang bekas pakai, lama-lama membesar dan mengakibatkan kebakaran,” ujarnya.

Kobaran api kemudian menjalar ke bagian belakang gedung hingga memecahkan kaca jendela di lantai empat.

Selain itu, api juga sempat mencapai ruang server di area poliklinik, meningkatkan risiko terhadap sistem dan data internal instansi.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pegawai yang melihat api telah membesar sebelum melaporkannya ke layanan darurat.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan pegawai yang berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

BACA JUGA: 
Kebakaran Rumah di Bontoa Maros Diduga Akibat Selang Gas Bocor, Satu Luka Bakar Dilaporkan

Seorang warga, Muhammad Sahri, mengaku sempat mencium bau seperti karet terbakar sebelum menyadari adanya kebakaran.

“Saya teriak sekuat-kuatnya… ‘Itu siapa yang bakar ban? Matiin!’ terus kata dia, ‘Enggak ada Pak, ini kebakaran !’ Wah langsung tuh saya panik,” ujarnya.

Sejumlah Korban Luka, Api Cepat Dikendalikan

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyebut beberapa pegawai mengalami luka ringan, seperti lecet pada kaki dan sesak napas akibat asap.

Selain itu, satu petugas pemadam juga dilaporkan mengalami luka ringan saat proses pemadaman.

Petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam dan 75 personel untuk mengendalikan api.

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.47 WIB, api berhasil dilokalisasi dalam waktu kurang dari satu jam, dan sepenuhnya dipadamkan pada sore hari.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini sempat mengganggu operasional di area terdampak.

SulawesiPos.com – Kebakaran melanda Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Pasar Minggu, Senin (20/4/2026).

Insiden yang terjadi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini diduga bermula dari tumpukan barang bekas seperti meja, kursi, dan komputer di area luar gedung.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Beni Irawan, menyebut api awalnya muncul dari lokasi tersebut sebelum akhirnya membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

“Api awalnya kelihatan di tempat tumpukan barang-barang bekas pakai, lama-lama membesar dan mengakibatkan kebakaran,” ujarnya.

Kobaran api kemudian menjalar ke bagian belakang gedung hingga memecahkan kaca jendela di lantai empat.

Selain itu, api juga sempat mencapai ruang server di area poliklinik, meningkatkan risiko terhadap sistem dan data internal instansi.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pegawai yang melihat api telah membesar sebelum melaporkannya ke layanan darurat.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan pegawai yang berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

BACA JUGA: 
Pria Lansia di Makassar Ditemukan Tewas di Gubuk yang Kebakaran

Seorang warga, Muhammad Sahri, mengaku sempat mencium bau seperti karet terbakar sebelum menyadari adanya kebakaran.

“Saya teriak sekuat-kuatnya… ‘Itu siapa yang bakar ban? Matiin!’ terus kata dia, ‘Enggak ada Pak, ini kebakaran !’ Wah langsung tuh saya panik,” ujarnya.

Sejumlah Korban Luka, Api Cepat Dikendalikan

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyebut beberapa pegawai mengalami luka ringan, seperti lecet pada kaki dan sesak napas akibat asap.

Selain itu, satu petugas pemadam juga dilaporkan mengalami luka ringan saat proses pemadaman.

Petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam dan 75 personel untuk mengendalikan api.

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.47 WIB, api berhasil dilokalisasi dalam waktu kurang dari satu jam, dan sepenuhnya dipadamkan pada sore hari.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini sempat mengganggu operasional di area terdampak.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru