Prof Sukri Tamma Unggul dalam Penyaringan Calon Dekan FISIP Unhas

SulawesiPos.com – Dekan petahana Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Phil Sukri Tamma unggul dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP, di Gedung Ipteks Unhas, Makassar, Senin (20/4).

Dari penyaringan calon Dekan FISIP yang diikuti empat bakal calon dekan, Prof Sukri berhasil meraih 28 suara, disusul Prof Dr Muhammad M.SI dengan 11 suara, Prof Tuti Bahriati 4 suara, dan Prof Hasniati sendiri tidak hadir dalam peyaringan dan juga tidak mendapatkan suara.

Proses penjaringan calon dekan ini dipimpin Dr Iqbal Latief, yang diikuti sejumlah guru besar dan anggota senat FISIP Unhas, seperti Prof Alimuddin Unde, Prof Rabinah Yunus, dan Prof Hamka Naping.

Dari hasil pemungutan suara dari penyaringan calon dekan, Prof Hamka selaku Ketua Senat FISIP menetapkan ketiga nama ini yang akan dikirimkan ke Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa.

“Dengan demikian Senat FISIP Unhas menetapkan tiga nama tersebut dikirim ke rektor untuk mendapatkan surat kepitusan pengangkatan dekan periode 2026-2030,” ujar Hamka.

BACA JUGA: 
Terpilih Kembali Jadi Rektor UNHAS 2026–2030, Prof Jamaluddin Jompa Tegaskan Kebersamaan dan Rekonsiliasi

Sedangkan menurut Ketua Penyaringan Calon Dekan, Dr Iqbal Latief mengatakan, panitia penjaringan dan penyaringan calon dekan dimulai tahap sosialisasi pada 3-7 April lalu.

Kemudian, dilakukan penjaringan dari 150-an dosen FISIP, hanya 19 dosen yang memenuhi kualifikasi sebagai bakal calon dekan.

“Ada beberapa kualifikasi, yaitu minimal bergelar Doktor, pangkat lektor kepala, dan ketika dilantik usianya tidak lebih dari 60 tahun, setelah ditracking ada empat bakal calon yang mendaftar,” ungkap Iqbal.

Empat bakal calon dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP di Gedung Ipteks Unhas, Makassar, Senin (20/4).
Dekan petahana FISIP Unhas Prof Dr Phil Sukri Tamma unggul dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP.

Menurut Iqbal, domain Senat FISIP Unhas hanya sebatar menjaring dan menyaring nama-nama bakal calon dekan.

Sedangkan untuk pemilihan dan pengangkatan domain rektor selaku pimpinan universitas.

“Sesuai Peraturan Rektor Unhas No 14 Tahun 2024 ada empat tahap penjaringan dan penyaringan domain senat, pemilihan dan pengangkatan domain rektor,” tutup Iqbal.

Sebelum pemungutan suara, ketiga bakal calon dekan ini menyampaikan visi-misinya. Prof Muhammad yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Bawaslu RI dan Ketua DKPP, berkeinginan menjadikan FISIP Unhas menjadi fakultas yang berkarakter, berdampak, mandiri, dan berorientasi SDGs dalam menavigasi masa depan benua maritim Indonesia.

BACA JUGA: 
Viral Florist Papan Ucapan Mengaku Kena Pungli di Unhas, Modus Bayar Uang Keamanan hingga Rp15 Ribu

Prof Tuti ingin menjadikan FISIP Unhas berkarakter Humanis, Kolaboratif, Adaptif Digital dan berdampak pada kompetitif nasional dan internasional berbasis benua maritim Indonesia.

Sementara Prof Sukri, menginginkan penguatan sistem dan proses pengajaran berbasis komprehensif, penguatan kerjasama tridharma dan kampus berdampak, sistem anggaran berbasis kinerja dan proporsional, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian, serta penguatan sistem informasi dan sarana prasarana di FISIP Unhas.

SulawesiPos.com – Dekan petahana Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Phil Sukri Tamma unggul dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP, di Gedung Ipteks Unhas, Makassar, Senin (20/4).

Dari penyaringan calon Dekan FISIP yang diikuti empat bakal calon dekan, Prof Sukri berhasil meraih 28 suara, disusul Prof Dr Muhammad M.SI dengan 11 suara, Prof Tuti Bahriati 4 suara, dan Prof Hasniati sendiri tidak hadir dalam peyaringan dan juga tidak mendapatkan suara.

Proses penjaringan calon dekan ini dipimpin Dr Iqbal Latief, yang diikuti sejumlah guru besar dan anggota senat FISIP Unhas, seperti Prof Alimuddin Unde, Prof Rabinah Yunus, dan Prof Hamka Naping.

Dari hasil pemungutan suara dari penyaringan calon dekan, Prof Hamka selaku Ketua Senat FISIP menetapkan ketiga nama ini yang akan dikirimkan ke Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa.

“Dengan demikian Senat FISIP Unhas menetapkan tiga nama tersebut dikirim ke rektor untuk mendapatkan surat kepitusan pengangkatan dekan periode 2026-2030,” ujar Hamka.

BACA JUGA: 
Kronologi Penemuan Mayat Pria di Belakang Gedung Teaching Industry Unhas, Korban Bukan Warga Kampus

Sedangkan menurut Ketua Penyaringan Calon Dekan, Dr Iqbal Latief mengatakan, panitia penjaringan dan penyaringan calon dekan dimulai tahap sosialisasi pada 3-7 April lalu.

Kemudian, dilakukan penjaringan dari 150-an dosen FISIP, hanya 19 dosen yang memenuhi kualifikasi sebagai bakal calon dekan.

“Ada beberapa kualifikasi, yaitu minimal bergelar Doktor, pangkat lektor kepala, dan ketika dilantik usianya tidak lebih dari 60 tahun, setelah ditracking ada empat bakal calon yang mendaftar,” ungkap Iqbal.

Empat bakal calon dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP di Gedung Ipteks Unhas, Makassar, Senin (20/4).
Dekan petahana FISIP Unhas Prof Dr Phil Sukri Tamma unggul dalam penyaringan bakal calon Dekan FISIP.

Menurut Iqbal, domain Senat FISIP Unhas hanya sebatar menjaring dan menyaring nama-nama bakal calon dekan.

Sedangkan untuk pemilihan dan pengangkatan domain rektor selaku pimpinan universitas.

“Sesuai Peraturan Rektor Unhas No 14 Tahun 2024 ada empat tahap penjaringan dan penyaringan domain senat, pemilihan dan pengangkatan domain rektor,” tutup Iqbal.

Sebelum pemungutan suara, ketiga bakal calon dekan ini menyampaikan visi-misinya. Prof Muhammad yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Bawaslu RI dan Ketua DKPP, berkeinginan menjadikan FISIP Unhas menjadi fakultas yang berkarakter, berdampak, mandiri, dan berorientasi SDGs dalam menavigasi masa depan benua maritim Indonesia.

BACA JUGA: 
IKAFE, IKATEK dan Fapet Berbagi Juara Liga Domino IKA Unhas di Royal Pegasus Makassar

Prof Tuti ingin menjadikan FISIP Unhas berkarakter Humanis, Kolaboratif, Adaptif Digital dan berdampak pada kompetitif nasional dan internasional berbasis benua maritim Indonesia.

Sementara Prof Sukri, menginginkan penguatan sistem dan proses pengajaran berbasis komprehensif, penguatan kerjasama tridharma dan kampus berdampak, sistem anggaran berbasis kinerja dan proporsional, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian, serta penguatan sistem informasi dan sarana prasarana di FISIP Unhas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru