Bura’ngasa, Jajanan Tradisional Makassar yang Gurih Manis dan Bikin Nagih

SulawesiPos.com – Makassar tak hanya dikenal dengan coto atau pallubasa. Di balik ragam kuliner beratnya, kota ini juga menyimpan jajanan tradisional yang sederhana namun kaya rasa, salah satunya bura’ngasa.

Sekilas, bura’ngasa mirip dengan gandasturi yang populer di Jawa. Namun, jajanan khas Makassar ini memiliki ciri khas tersendiri.

Isinya terbuat dari kacang hijau yang dimasak bersama gula merah, tanpa tambahan santan.

Perpaduan ini menghasilkan rasa manis yang lembut, tidak enek, dan tetap ringan di lidah.

Proses Pembuatan yang Sederhana

Bura’ngasa dibuat dari kacang hijau yang terlebih dahulu direndam, kemudian direbus hingga lunak bersama sedikit garam dan daun pandan.

Setelah air menyusut, gula merah serut ditambahkan dan dimasak kembali hingga adonan kalis. Takaran gula bisa disesuaikan dengan selera, yang penting rasa manisnya pas, tidak hambar, tapi juga tidak berlebihan.

Adonan kemudian dibentuk bulat pipih, mirip perkedel. Sebelum digoreng, bura’ngasa dicelupkan ke dalam adonan tepung yang terbuat dari campuran tepung beras dan terigu dengan perbandingan 1:1, diberi sedikit garam. Setelah itu digoreng hingga garing.

BACA JUGA: 
Barobbo, Bubur Jagung Khas Bugis-Makassar yang Sarat Rasa dan Nilai Budaya

Hasilnya? Lapisan luar renyah dengan bagian dalam kacang hijau yang lembut dan legit. Paling nikmat disantap saat masih panas, langsung diangkat dari penggorengan.

Resep Bura’ngasa

Bahan-bahan

  • Kacang hijau 1 liter
  • Tepung beras 1 gelas
  • Gula merah ¼ kg
  • Minyak goreng 1 gelas
  • Air 1 gelas

Cara Membuat

  1. Kacang hijau dicuci, direndam sekitar 3 jam, lalu dimasak dengan air hingga terendam sampai lunak.
  2. Kacang hijau dihaluskan, dicampur dengan gula merah.
  3. Masak kembali hingga adonan kental dan kering.
  4. Angkat, lalu bentuk bulatan pipih seperti perkedel.
  5. Tepung beras dicampur air, aduk hingga rata.
  6. Celupkan bulatan kacang hijau ke dalam adonan tepung, lalu goreng hingga matang dan garing.

Tips Menyimpan Agar Tetap Enak

Jika ingin bura’ngasa tahan lebih lama, adonan kacang hijau yang sudah dibentuk bisa disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es.

Adonan tepung sebaiknya dibuat secukupnya saja. Saat ingin disantap, tinggal celup dan goreng.

Bura’ngasa memang paling nikmat jika langsung habis, karena ketika dingin, lapisan tepungnya bisa menjadi agak alot.

BACA JUGA: 
Buroncong, Kue Tradisional Bugis-Makassar dengan Cita Rasa Gurih Berpadu Manis

SulawesiPos.com – Makassar tak hanya dikenal dengan coto atau pallubasa. Di balik ragam kuliner beratnya, kota ini juga menyimpan jajanan tradisional yang sederhana namun kaya rasa, salah satunya bura’ngasa.

Sekilas, bura’ngasa mirip dengan gandasturi yang populer di Jawa. Namun, jajanan khas Makassar ini memiliki ciri khas tersendiri.

Isinya terbuat dari kacang hijau yang dimasak bersama gula merah, tanpa tambahan santan.

Perpaduan ini menghasilkan rasa manis yang lembut, tidak enek, dan tetap ringan di lidah.

Proses Pembuatan yang Sederhana

Bura’ngasa dibuat dari kacang hijau yang terlebih dahulu direndam, kemudian direbus hingga lunak bersama sedikit garam dan daun pandan.

Setelah air menyusut, gula merah serut ditambahkan dan dimasak kembali hingga adonan kalis. Takaran gula bisa disesuaikan dengan selera, yang penting rasa manisnya pas, tidak hambar, tapi juga tidak berlebihan.

Adonan kemudian dibentuk bulat pipih, mirip perkedel. Sebelum digoreng, bura’ngasa dicelupkan ke dalam adonan tepung yang terbuat dari campuran tepung beras dan terigu dengan perbandingan 1:1, diberi sedikit garam. Setelah itu digoreng hingga garing.

BACA JUGA: 
Buroncong, Kue Tradisional Bugis-Makassar dengan Cita Rasa Gurih Berpadu Manis

Hasilnya? Lapisan luar renyah dengan bagian dalam kacang hijau yang lembut dan legit. Paling nikmat disantap saat masih panas, langsung diangkat dari penggorengan.

Resep Bura’ngasa

Bahan-bahan

  • Kacang hijau 1 liter
  • Tepung beras 1 gelas
  • Gula merah ¼ kg
  • Minyak goreng 1 gelas
  • Air 1 gelas

Cara Membuat

  1. Kacang hijau dicuci, direndam sekitar 3 jam, lalu dimasak dengan air hingga terendam sampai lunak.
  2. Kacang hijau dihaluskan, dicampur dengan gula merah.
  3. Masak kembali hingga adonan kental dan kering.
  4. Angkat, lalu bentuk bulatan pipih seperti perkedel.
  5. Tepung beras dicampur air, aduk hingga rata.
  6. Celupkan bulatan kacang hijau ke dalam adonan tepung, lalu goreng hingga matang dan garing.

Tips Menyimpan Agar Tetap Enak

Jika ingin bura’ngasa tahan lebih lama, adonan kacang hijau yang sudah dibentuk bisa disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es.

Adonan tepung sebaiknya dibuat secukupnya saja. Saat ingin disantap, tinggal celup dan goreng.

Bura’ngasa memang paling nikmat jika langsung habis, karena ketika dingin, lapisan tepungnya bisa menjadi agak alot.

BACA JUGA: 
Barobbo, Bubur Jagung Khas Bugis-Makassar yang Sarat Rasa dan Nilai Budaya

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru