SulawesiPos.com – Video aktivitas warga menjemur gabah di badan jalan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bypass Mamminasata. Dalam video yang diunggah akun Instagram @abdulgf.agc, terlihat gabah dibentangkan di atas terpal biru hingga memakan sebagian badan jalan, bahkan mendekati area lampu lalu lintas dan zebra cross.
Perekam video menyoroti penggunaan fasilitas umum yang dinilai tidak semestinya.
Ia menyebut kondisi itu seperti “fasilitas umum rasa halaman rumah sendiri” dan mengaku heran karena penjemuran dilakukan di area lampu merah.
“Maksud saya, lihat, bisa-bisanya ada di lampu merah jemur padi. Luar biasa. Astaghfirullah,” katanya hera.
Saat direkam, kondisi lalu lintas tetap berjalan. Perekam berada di dalam kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah, sementara tidak terlihat adanya warga yang berjaga di sekitar lokasi penjemuran.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 160 ribu kali dan mendapat lebih dari 300 komentar.
Unggahan itu kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Sejumlah komentar menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai mengganggu kepentingan umum.
“Jangan normalisasi hal bisa ganggu kepentingan umum,” tulis akun @zh*********u.
Ada pula komentar bernada sindiran terhadap kondisi tersebut.
“Emang sengaja supaya dilindas mobil, jadi gak usah digiling lagi,” tulis akun @sur**********0.
Di sisi lain, sebagian warganet mengajak agar persoalan ini disikapi secara bijak. Mereka menilai aktivitas menjemur gabah merupakan kebiasaan yang telah berlangsung lama di masyarakat.
“Aktivitas menanam padi masyarakat di daerah situ sudah dilakukan turun temurun sejak dulu, yang perlu di lakukan adalah pendekatan persuasif dan edukasi ke masyarakat oleh pemerentah daerah. Ingat, tidak semua perlu ditindak dengan represif,” komentar akun @ah*******n.
Peristiwa ini memunculkan perdebatan antara penggunaan fasilitas umum dan praktik tradisional masyarakat yang masih berlangsung hingga saat ini.

