SulawesiPos.com – Penggunaan electric vahicle (EV) atau kendaraan listrik di Sulawesi Selatan dinilai belum berkembang signifikan.
Salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya infrastruktur pendukung, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyebut ketersediaan SPKLU masih terbatas dan belum merata.
Kondisi ini membuat masyarakat belum sepenuhnya percaya diri untuk beralih ke kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
“Mungkin orang juga berpikir, kalau kita punya semua kendaraan listrik berpikirki pakai ke luar kota, habis baterai menderita kita,” ujar Jufri dikutip Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, keberadaan SPKLU saat ini memang sudah tersedia di beberapa titik, terutama di fasilitas milik PLN.
Namun, jumlahnya dinilai masih jauh dari cukup untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara luas.
“Penggunaan kendaraan listrik semakin masif tentu perlu ditambah infrastruktur pendukungnya seperti pengadaan (SPKLU) harus lebih banyak lagi,” tambahnya.
Selain persoalan infrastruktur, tantangan lain datang dari kondisi fiskal daerah.
Jufri menjelaskan, sebagian besar pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran, sehingga belum bisa mengalokasikan pembelian kendaraan listrik untuk operasional, termasuk kendaraan dinas.
Padahal, pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi contoh dalam percepatan transisi energi, salah satunya dengan mulai mengalihkan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai serta penyesuaian dalam perencanaan daerah.
Saat ini, sebagian besar anggaran telah ditetapkan dan belum mengakomodasi pengadaan kendaraan listrik.
“Kalaupun itu menjadi sesuatu kebijakan pusat, maka kita harus menunggu sampai perubahan anggaran berikutnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemprov Sulsel tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik ke depan.
Upaya tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal serta didukung peningkatan infrastruktur, termasuk penambahan SPKLU.

