SulawesiPos.com – Mantan pemain PSM Makassar era 1970-an Najib Latandang, merasa optimis klub kebanggaannya bisa melalui sejumlah badai yang menantang di hadapannya.
Selain berjuang untuk bisa naik posisi klasemen, menjauh dari zona degradasi, PSM juga kini menghadapi persoalan baru berupa gugatan permohonan pailit dari mantan Sekretaris CEO PSM, Shesie Erisoya, karena persoalan utang-piutang klub.
Menurut Najib, di usia klub yang mencapai 111 tahun, PSM sudah terbiasa menghadapi gelombang, baik teknis maupun non teknis klub.
Bagi Najib, PSM sudah sangat matang menghadapi persoalan-persoalan di sekitar, termasuk masalah yang paling sering diumbar, terkait gaji pemain yang tertunda.
“Kalau untuk persoalan teknis di lapangan, saya optimis PSM bisa lolos dari degradasi, meski terpaksa harus rela di papan bawah klasemen,” ungkap Najib saat dihubungi SulawesiPos.com, Selasa (14/4).
Najib memprediksi, PSM bisa menambah perolehan poin dari empat sisa pertandingan di kandang, melawan Borneo FC, Persik, Bhayangkara FC, dan Persib Bandung.
Sisanya, PSM harus bisa menggenjot performance pemain-pemainnya kala laga tandang, melawan Bali United, Arema FC, dan Madura United.
Terkait gugatan pailit, Najib enggan berkomentar banyak. Bagi Najib, nilai utang manajemen PSM Rp3,7 miliar terbilang kecil untuk ukuran klub seperti PSM.
“Kalau cuma angka segitu, nyaris sama dengan satu pemain asing saja, tidak begitu besar bagi PSM,” ujar Najib yang dikenal sebagai playmaker andalan PSM di era 1974-1979 ini.
Selain Najib, legenda PSM Makassar lainnya yang juga mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar, menilai PSM masih bisa selamat dari jurang degradasi, asalkan tetap bermain konsisten dengan karakternya, seperti permainan keras tapi tidak kasar.
“Terlalu mahal biayanya kalau sampai terdegradasi, klub akan kembali dari nol lagi untuk memulai bangkit membangun tim yang solid, saya yakin pemain dan manajemen PSM bisa menghadapinya,” tutup Syamsuddin.
Saat ini, PSM berada di peringkat ke-13 dari 18 klub peserta BRI Super League 2025/2026, dengan raihan poin 28. Dari 27 pertandingan, PSM tercatat hanya 6 kali meraih kemenangan, 11 kali kalah, dan 10 kali bermain imbang.
PSM saat ini bersaing dengan beberapa klub di papan bawah klasemen, seperti Persik Kediri, Persijap Jepara, dan Persis Solo.
Sementara 3 klub paling dasar klasemen: Madura United, Semen Padang, dan PSBS Biak juga berupaya sekuat tenaga agar tidak terdepak dari kompetisi kasta tertinggi di Indonesia musim depan nanti. (mna)

