Pasar Pabaeng-Baeng Jadi Percontohan Digitalisasi Pasar, Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Tradisional

SulawesiPos.com – Transformasi digital mulai merambah pasar tradisional di Kota Makassar.

Salah satu yang kini menjadi fokus pengembangan adalah Pasar Pabaeng-Baeng yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan program digitalisasi pasar.

Program ini digagas oleh Perumda Pasar Kota Makassar dengan dukungan dari Bank Mandiri, khususnya wilayah operasional Region X yang mencakup Sulawesi dan Maluku.

Kolaborasi ini bertujuan mempercepat adopsi sistem transaksi non-tunai di lingkungan pasar tradisional.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pasar agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia menilai, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efesiensi transaksi, tetapi juga memperkuat daya saing pasar tradisional.

“Upaya mendorong transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus digencarkan, dan ini dilakukan bersama Bank Mandiri untuk menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai lokasi percontohan,” jelasnya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Di sisi lain, pihak Bank Mandiri melalui Regional CEO Region X, Nunung Andreas Wisnu, menegaskan komitmen mereka dalam mendorong literasi keuangan di kalangan pedagang.

BACA JUGA: 
Pasar Bajoe Semrawut, Bupati Bone Perintahkan Renovasi Lods Pedagang

Salah satu fokus utama adalah memperkenalkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS agar lebih mudah diakses dan digunakan.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat yang mulai beralih dari transaksi tunai menjadi peluang besar bagi pedagang pasar untuk beradaptasi.

“Kalau pedagang sudah menggunakan sistem digital, masyarakat juga tidak perlu repot membawa uang tunai,” ucap Nunung.

Selain lebih praktis, sistem digital juga membuka akses lebih luas terhadap layanan perbankan, termasuk fasilitas pembiayaan usaha.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Mandiri juga menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Bahkan, untuk pinjaman hingga Rp100 juta, pelaku usaha dapat mengaksesnya tanpa jaminan.

Dengan adanya program ini, pemerintah daerah bersama mitra perbankan optimistis pasar tradisional di Makassar dapat terus berkembang dan bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat masa kini.

SulawesiPos.com – Transformasi digital mulai merambah pasar tradisional di Kota Makassar.

Salah satu yang kini menjadi fokus pengembangan adalah Pasar Pabaeng-Baeng yang ditetapkan sebagai lokasi percontohan program digitalisasi pasar.

Program ini digagas oleh Perumda Pasar Kota Makassar dengan dukungan dari Bank Mandiri, khususnya wilayah operasional Region X yang mencakup Sulawesi dan Maluku.

Kolaborasi ini bertujuan mempercepat adopsi sistem transaksi non-tunai di lingkungan pasar tradisional.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi pasar agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia menilai, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efesiensi transaksi, tetapi juga memperkuat daya saing pasar tradisional.

“Upaya mendorong transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus digencarkan, dan ini dilakukan bersama Bank Mandiri untuk menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai lokasi percontohan,” jelasnya dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Di sisi lain, pihak Bank Mandiri melalui Regional CEO Region X, Nunung Andreas Wisnu, menegaskan komitmen mereka dalam mendorong literasi keuangan di kalangan pedagang.

BACA JUGA: 
APPSI Gelar Pra-Rakernas, Sudaryono Instruksikan Anggota Kawal Stabilisasi Harga Sembako

Salah satu fokus utama adalah memperkenalkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS agar lebih mudah diakses dan digunakan.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat yang mulai beralih dari transaksi tunai menjadi peluang besar bagi pedagang pasar untuk beradaptasi.

“Kalau pedagang sudah menggunakan sistem digital, masyarakat juga tidak perlu repot membawa uang tunai,” ucap Nunung.

Selain lebih praktis, sistem digital juga membuka akses lebih luas terhadap layanan perbankan, termasuk fasilitas pembiayaan usaha.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Mandiri juga menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Bahkan, untuk pinjaman hingga Rp100 juta, pelaku usaha dapat mengaksesnya tanpa jaminan.

Dengan adanya program ini, pemerintah daerah bersama mitra perbankan optimistis pasar tradisional di Makassar dapat terus berkembang dan bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat masa kini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru