Iran Serang 4 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Gunakan Rudal dan Drone

SulawesiPos.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer Iran yang dinamai Operation True Promise 4 atau Operasi Janji Setia 4.

Melalui pernyataan ke-40 yang dirilis humas IRGC, militer Iran mengklaim bahwa serangan dilakukan secara terkoordinasi oleh unit angkatan laut dengan menyasar empat pangkalan udara utama milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Empat fasilitas militer yang disebut menjadi target operasi yakni Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, Ali Al-Salem di Kuwait, Sheikh Isa di Bahrain, serta Al-Udeid di Qatar.

Dalam keterangan tersebut dijelaskan bahwa serangan dilakukan dengan berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal balistik, rudal jelajah dengan desain hulu ledak terbaru, serta drone serang.

IRGC menyebut sasaran utama operasi ini adalah sejumlah fasilitas militer penting di dalam pangkalan tersebut.

Baca Juga: 
WFH hingga Potong Gaji, Ini Deretan Negara yang Ambil Langkah Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

Target yang disebut meliputi pusat komando dan kendali, menara pengawas lalu lintas udara, hanggar pertahanan udara, hingga fasilitas logistik militer.

Militer Iran juga menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan yang lebih luas terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim hasil analisis citra satelit menunjukkan sebagian besar infrastruktur penting di pangkalan yang disasar mengalami kerusakan.

Mereka menyebut lebih dari 80 persen sistem radar strategis serta sejumlah fasilitas vital berhasil dihantam dalam serangan tersebut.

Selain itu, laporan yang dikutip oleh pihak IRGC juga menyebutkan adanya keputusasaan di kalangan pasukan dan pilot Amerika Serikat yang berada di pangkalan tersebut.

SulawesiPos.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer Iran yang dinamai Operation True Promise 4 atau Operasi Janji Setia 4.

Melalui pernyataan ke-40 yang dirilis humas IRGC, militer Iran mengklaim bahwa serangan dilakukan secara terkoordinasi oleh unit angkatan laut dengan menyasar empat pangkalan udara utama milik Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Empat fasilitas militer yang disebut menjadi target operasi yakni Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, Ali Al-Salem di Kuwait, Sheikh Isa di Bahrain, serta Al-Udeid di Qatar.

Dalam keterangan tersebut dijelaskan bahwa serangan dilakukan dengan berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal balistik, rudal jelajah dengan desain hulu ledak terbaru, serta drone serang.

IRGC menyebut sasaran utama operasi ini adalah sejumlah fasilitas militer penting di dalam pangkalan tersebut.

Baca Juga: 
Negara-Negara Arab dan Organisasi Liga Muslim Gempur Pernyataan Dubes AS soal Narasi “Israel Raya”

Target yang disebut meliputi pusat komando dan kendali, menara pengawas lalu lintas udara, hanggar pertahanan udara, hingga fasilitas logistik militer.

Militer Iran juga menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan yang lebih luas terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim hasil analisis citra satelit menunjukkan sebagian besar infrastruktur penting di pangkalan yang disasar mengalami kerusakan.

Mereka menyebut lebih dari 80 persen sistem radar strategis serta sejumlah fasilitas vital berhasil dihantam dalam serangan tersebut.

Selain itu, laporan yang dikutip oleh pihak IRGC juga menyebutkan adanya keputusasaan di kalangan pasukan dan pilot Amerika Serikat yang berada di pangkalan tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru