30 C
Makassar
6 March 2026, 15:48 PM WITA

Kronologi Ratusan Ojol Serbu Kampus UNM Usai Demonstrasi Mahasiswa

SulawesiPos.com – Insiden penyerangan oleh driver ojek online (ojol) terjadi di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (5/3/2026) malam.

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi area kampus dan merusak sejumlah fasilitas setelah salah satu rekannya diduga menjadi korban pemukulan oleh mahasiswa saat aksi demonstrasi yang memblokir Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pengemudi ojol hendak mengantarkan pesanan makanan dan mencoba melintas di jalan yang sedang diblokir oleh massa aksi.

“Kronologinya itu, kita lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi, tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang,” ujar Emil, korban pengemudi ojol menceritakan kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (6/3/2026).

Korban mengaku tidak hanya dilarang melintas, tetapi juga mengalami pemukulan bersama adiknya oleh oknum mahasiswa.

Selain itu, sepeda motor miliknya dilaporkan turut dirusak dalam kejadian tersebut.

“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus,” tuturnya.

Info Tersebar-Ojol Serbu UNM

Kabar mengenai pemukulan tersebut dengan cepat menyebar di kalangan pengemudi ojol.

Informasi yang diterima sejak sore menjelang waktu berbuka puasa memicu solidaritas rekan sesama pengemudi untuk mendatangi kampus.

Ratusan ojol kemudian mendatangi lokasi dan melempari area kampus dengan batu, memaksa mahasiswa yang berada di luar untuk mundur dan masuk ke dalam lingkungan kampus.

Situasi semakin memanas ketika massa ojol yang terus berdatangan merangsek masuk ke dalam kawasan kampus.

Mereka mengejar sejumlah mahasiswa yang berlarian serta merusak beberapa fasilitas di lantai dasar Gedung Pinisi, termasuk kaca jendela, sambil mencari pihak yang diduga melakukan pemukulan.

Menanggapi situasi tersebut, aparat dari Polrestabes Makassar dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan massa dan mencegah kerusuhan meluas. Kapolrestabes Makassar juga turun langsung untuk menenangkan para pengemudi ojol.

“Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku (pemukulan) dan memperbaiki motor yang dirusak,” papar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan ratusan ojol tersebut dipicu rasa solidaritas terhadap rekan mereka yang diduga menjadi korban kekerasan saat sedang menjalankan pekerjaan mengantar pesanan pelanggan.

“Kejadiannya itu, ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa (dihalangi lewat). Motornya juga dirusak. Karena rasa solidaritas ojol mereka kumpul menuntut keadilan,” katanya lagi.

Polisi akan Telusuri Pelaku Pemukulan

Pihak kepolisian memastikan akan menelusuri pelaku pemukulan tersebut dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, sepeda motor milik pengemudi ojol yang dirusak dijanjikan akan diganti agar korban dapat kembali bekerja.

Hingga kini, pihak civitas akademika Universitas Negeri Makassar belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa sebelumnya berkaitan dengan tuntutan agar dilakukan reformasi total terhadap institusi kepolisian menyusul sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan aparat dan menimbulkan korban jiwa.

SulawesiPos.com – Insiden penyerangan oleh driver ojek online (ojol) terjadi di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (5/3/2026) malam.

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi area kampus dan merusak sejumlah fasilitas setelah salah satu rekannya diduga menjadi korban pemukulan oleh mahasiswa saat aksi demonstrasi yang memblokir Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pengemudi ojol hendak mengantarkan pesanan makanan dan mencoba melintas di jalan yang sedang diblokir oleh massa aksi.

“Kronologinya itu, kita lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi, tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang,” ujar Emil, korban pengemudi ojol menceritakan kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (6/3/2026).

Korban mengaku tidak hanya dilarang melintas, tetapi juga mengalami pemukulan bersama adiknya oleh oknum mahasiswa.

Selain itu, sepeda motor miliknya dilaporkan turut dirusak dalam kejadian tersebut.

“Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus,” tuturnya.

Info Tersebar-Ojol Serbu UNM

Kabar mengenai pemukulan tersebut dengan cepat menyebar di kalangan pengemudi ojol.

Informasi yang diterima sejak sore menjelang waktu berbuka puasa memicu solidaritas rekan sesama pengemudi untuk mendatangi kampus.

Ratusan ojol kemudian mendatangi lokasi dan melempari area kampus dengan batu, memaksa mahasiswa yang berada di luar untuk mundur dan masuk ke dalam lingkungan kampus.

Situasi semakin memanas ketika massa ojol yang terus berdatangan merangsek masuk ke dalam kawasan kampus.

Mereka mengejar sejumlah mahasiswa yang berlarian serta merusak beberapa fasilitas di lantai dasar Gedung Pinisi, termasuk kaca jendela, sambil mencari pihak yang diduga melakukan pemukulan.

Menanggapi situasi tersebut, aparat dari Polrestabes Makassar dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan massa dan mencegah kerusuhan meluas. Kapolrestabes Makassar juga turun langsung untuk menenangkan para pengemudi ojol.

“Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku (pemukulan) dan memperbaiki motor yang dirusak,” papar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan ratusan ojol tersebut dipicu rasa solidaritas terhadap rekan mereka yang diduga menjadi korban kekerasan saat sedang menjalankan pekerjaan mengantar pesanan pelanggan.

“Kejadiannya itu, ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa (dihalangi lewat). Motornya juga dirusak. Karena rasa solidaritas ojol mereka kumpul menuntut keadilan,” katanya lagi.

Polisi akan Telusuri Pelaku Pemukulan

Pihak kepolisian memastikan akan menelusuri pelaku pemukulan tersebut dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, sepeda motor milik pengemudi ojol yang dirusak dijanjikan akan diganti agar korban dapat kembali bekerja.

Hingga kini, pihak civitas akademika Universitas Negeri Makassar belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa sebelumnya berkaitan dengan tuntutan agar dilakukan reformasi total terhadap institusi kepolisian menyusul sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan aparat dan menimbulkan korban jiwa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/