SulawesiPos.com – Jika ingin menikmati wisata budaya yang berbeda di Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo layak masuk dalam daftar tujuan. Daerah ini dikenal karena kekayaan tradisi Bugis, sekaligus sebagai salah satu pusat produksi sutra alam terbesar di Indonesia.
Pusat kegiatan tersebut berada di Kota Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Kota ini terkenal dengan julukan Kota Sutera karena menjadi pusat penghasil kain sutra dan tenun tradisional Bugis terbesar di Sulawesi Selatan.
Julukan tersebut bukan tanpa alasan, sebab sebagian besar aktivitas produksi sutra, mulai dari pengolahan benang hingga penenunan kain, dapat ditemukan di kawasan ini.
Berkunjung ke Wajo memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berbelanja kain. Wisatawan dapat melihat langsung bagaimana kain sutra dibuat melalui proses yang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh para perajin.
Perjalanan pembuatan sutra dimulai dari budidaya ulat sutra yang dipelihara menggunakan daun murbei sebagai sumber makanan utama.
Setelah menghasilkan kepompong, benang sutra dipintal dengan teliti sebelum akhirnya ditenun menjadi berbagai jenis kain berkualitas tinggi.
Di sejumlah sentra tenun di Sengkang, pengunjung juga dapat menyaksikan para penenun mengoperasikan alat tenun tradisional hingga modern untuk menghasilkan kain dengan berbagai motif khas Bugis.
Proses yang dilakukan secara manual ini menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain menyaksikan proses produksinya, wisatawan dapat membeli beragam produk sutra, mulai dari lipa’ sabbe atau sarung sutra khas Bugis, kain, selendang, hingga busana yang telah dikreasikan menjadi produk fesyen modern.
Kain sutra Wajo memiliki ciri khas berupa kilau alami, tekstur yang lembut, serta warna yang tampak lebih hidup.
Karakter tersebut menjadikan sutra Wajo memiliki nilai jual tinggi dan banyak diminati, baik di pasar domestik maupun internasional.
Eksistensi sutra Wajo juga akan kembali diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui keikutsertaannya dalam INACRAFT Festival 2026 pada Juli mendatang.
Ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu menjadi kesempatan bagi para perajin untuk mempromosikan karya mereka kepada pembeli, pelaku industri kreatif, hingga pasar mancanegara.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Sulawesi Selatan, berkunjung ke Wajo menawarkan pengalaman yang lengkap.
Tidak hanya membawa pulang selembar kain sutra berkualitas, tetapi juga memahami perjalanan panjang di balik setiap helai benang yang ditenun dengan penuh ketelitian oleh tangan-tangan terampil masyarakat Bugis.


