28.2 C
Makassar
26 February 2026, 16:59 PM WITA

Mengenal Pulau Lae-Lae, Ada Terowongan Bawah Tanah Peninggalan Jepang yang Tembus Sampai Makassar!

SulawesiPos.com – Tak jauh dari pusat Kota Makassar, ada satu pulau kecil yang bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit.

Namanya Pulau Lae-Lae, bagian dari gugusan Kepulauan Spermonde yang berada di perairan Selat Makassar.

Secara administratif, pulau ini masuk wilayah Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Luasnya sekitar 6,5 hektare dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau. Meski kecil, Lae-Lae bukan pulau kosong.

Sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 2.000 jiwa menetap dan menjalani aktivitas sehari-hari di sini.

Akses Mudah, Waktu Tempuh Singkat

Lokasi Pulau Lae-Lae hanya sekitar 1,5 kilometer dari daratan Makassar. Untuk menyeberang, pengunjung bisa berangkat dari Dermaga Kayu Bangkoa di kawasan Pasar Ikan atau dari dermaga yang berada di depan Fort Rotterdam.

Perjalanan menggunakan perahu nelayan atau speedboat memakan waktu sekitar 5-15 menit, tergantung kondisi cuaca dan jenis perahu.

Biaya penyeberangan relatif terjangkau, berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000 per orang untuk sekali jalan.

Tidak ada tiket masuk ke pulau ini. Pengunjung hanya perlu membayar biaya transportasi penyeberangan.

Jejak Sejarah di Tengah Pulau

Selain dikenal sebagai destinasi wisata bahari, Pulau Lae-Lae juga menyimpan nilai sejarah.

Di pulau ini terdapat terowongan bawah tanah yang diyakini sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang.

Konon, lorong tersebut terhubung dengan Benteng Fort Rotterdam di Kota Makassar.

Namun, kondisi situs tersebut kini kurang terawat. Akses masuk ke terowongan disebut tertimbun material dan sampah, sehingga tidak lagi bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah.

Padahal, jika dikelola dengan baik, potensi wisata edukasi di pulau ini cukup besar.

Surga Snorkeling Dekat Kota

Daya tarik utama Pulau Lae-Lae terletak pada keindahan lautnya. Airnya relatif jernih, dan di perairan dangkal pengunjung bisa melihat ikan-ikan kecil berwarna-warni berenang bebas.

Aktivitas seperti berenang dan snorkeling menjadi pilihan favorit wisatawan.

Meski begitu, sebagian terumbu karang di sekitar pulau dilaporkan mengalami kerusakan.

Hal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, baik oleh pengunjung maupun masyarakat setempat.

Fasilitas dan Penginapan

Bagi yang ingin menikmati suasana pulau lebih lama, tersedia pondok-pondok sederhana yang dikenal warga sebagai “bale-bale”.

Tarif menginap cukup terjangkau, mulai dari Rp50.000 hingga Rp150.000, tergantung fasilitas yang dipilih.

Di sekitar permukiman juga terdapat warung makanan, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir soal konsumsi. Fasilitas umum seperti toilet dan musala juga tersedia.

SulawesiPos.com – Tak jauh dari pusat Kota Makassar, ada satu pulau kecil yang bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit.

Namanya Pulau Lae-Lae, bagian dari gugusan Kepulauan Spermonde yang berada di perairan Selat Makassar.

Secara administratif, pulau ini masuk wilayah Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Luasnya sekitar 6,5 hektare dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau. Meski kecil, Lae-Lae bukan pulau kosong.

Sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 2.000 jiwa menetap dan menjalani aktivitas sehari-hari di sini.

Akses Mudah, Waktu Tempuh Singkat

Lokasi Pulau Lae-Lae hanya sekitar 1,5 kilometer dari daratan Makassar. Untuk menyeberang, pengunjung bisa berangkat dari Dermaga Kayu Bangkoa di kawasan Pasar Ikan atau dari dermaga yang berada di depan Fort Rotterdam.

Perjalanan menggunakan perahu nelayan atau speedboat memakan waktu sekitar 5-15 menit, tergantung kondisi cuaca dan jenis perahu.

Biaya penyeberangan relatif terjangkau, berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000 per orang untuk sekali jalan.

Tidak ada tiket masuk ke pulau ini. Pengunjung hanya perlu membayar biaya transportasi penyeberangan.

Jejak Sejarah di Tengah Pulau

Selain dikenal sebagai destinasi wisata bahari, Pulau Lae-Lae juga menyimpan nilai sejarah.

Di pulau ini terdapat terowongan bawah tanah yang diyakini sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang.

Konon, lorong tersebut terhubung dengan Benteng Fort Rotterdam di Kota Makassar.

Namun, kondisi situs tersebut kini kurang terawat. Akses masuk ke terowongan disebut tertimbun material dan sampah, sehingga tidak lagi bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah.

Padahal, jika dikelola dengan baik, potensi wisata edukasi di pulau ini cukup besar.

Surga Snorkeling Dekat Kota

Daya tarik utama Pulau Lae-Lae terletak pada keindahan lautnya. Airnya relatif jernih, dan di perairan dangkal pengunjung bisa melihat ikan-ikan kecil berwarna-warni berenang bebas.

Aktivitas seperti berenang dan snorkeling menjadi pilihan favorit wisatawan.

Meski begitu, sebagian terumbu karang di sekitar pulau dilaporkan mengalami kerusakan.

Hal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, baik oleh pengunjung maupun masyarakat setempat.

Fasilitas dan Penginapan

Bagi yang ingin menikmati suasana pulau lebih lama, tersedia pondok-pondok sederhana yang dikenal warga sebagai “bale-bale”.

Tarif menginap cukup terjangkau, mulai dari Rp50.000 hingga Rp150.000, tergantung fasilitas yang dipilih.

Di sekitar permukiman juga terdapat warung makanan, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir soal konsumsi. Fasilitas umum seperti toilet dan musala juga tersedia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/