PT Pupuk Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana 47.250 ton urea ke Australia. Langkah ini membuka peluang kerja sama jangka panjang senilai Rp7 triliun dan memperkuat posisi Indonesia di pasar pupuk global.
Harga pupuk urea bersubsidi turun menjadi Rp1.800 per kilogram. Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk aman dengan dukungan subsidi pemerintah Rp46 triliun pada 2026.
Pupuk Indonesia memastikan distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Amali dan Cina, Kabupaten Bone, berjalan sesuai HET. Hasil verifikasi lapangan tidak menemukan pelanggaran harga maupun praktik penjualan paket.
Penyaluran pupuk subsidi di Sulsel mencapai 170 ribu ton atau 18 persen dari alokasi 2026. Pupuk Indonesia pastikan distribusi merata ke 24 kabupaten/kota.
Stok pupuk nasional Indonesia aman dan distribusi lancar meski ada gangguan global di Selat Hormuz. Kebijakan Mentan Andi Amran Sulaiman dan Perpres 6 & 113/2025 meningkatkan efisiensi, menurunkan harga, dan mendukung produktivitas pertanian nasional
Pemerintah melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025 merombak tata kelola pupuk bersubsidi untuk meningkatkan efisiensi anggaran hingga 20 persen tanpa mengurangi akses petani terhadap pupuk.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan bahan baku pupuk. Stok Fosfat, Kalium, dan Sulfur dipastikan aman enam bulan ke depan, sementara produksi Urea tetap mandiri.
Komisi VI DPR RI mengingatkan risiko monopoli dan persaingan tidak sehat di industri pupuk nasional. Selain menyoroti dominasi BUMN dan tekanan global, DPR juga menghimpun pandangan akademisi untuk memperkuat regulasi persaingan usaha.