Krisis migran di Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, memburuk setelah pemerintah Spanyol pada Sabtu, 1 Agustus 2026, menyebut sedikitnya 67 orang tewas dalam gelombang penyeberangan massal dari Maroko. Lonjakan ini jauh di atas laporan awal yang sehari sebelumnya masih menyebut sedikitnya sembilan korban jiwa.