Pemerintah akan menyesuaikan harga Minyakita karena kenaikan CPO dan biaya produksi. Kemendag menegaskan kebijakan ini tidak terkait program biodiesel B50.
Kinerja ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya kembali menegaskan kekuatan Indonesia sebagai pemain utama global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar.
Rencana mandatori B50 dinilai berpotensi menekan pasokan CPO dan ekspor. Peneliti UI meminta pemerintah fokus memperkuat sektor hulu sawit agar kebijakan tetap berkelanjutan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa uji coba bahan bakar B50 menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, progres pengujian saat ini telah mencapai kisaran 60 hingga 70 persen dan dilakukan secara menyeluruh pada berbagai sektor.
Pemerintah akan mulai menerapkan biodiesel B50 pada Juli 2026 sebagai bagian dari strategi swasembada energi. Di tengah kesiapan pasokan dan hasil uji teknis yang positif, sejumlah catatan tetap muncul.
Ekspor CPO Indonesia pada Januari–Februari 2026 naik 26,40 persen menjadi US$4,69 miliar menurut BPS. Volume ekspor sawit juga meningkat menjadi 4,54 juta ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pangan kini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.
Deby mengapresiasi arah pemerintah yang mendorong hilirisasi industri sawit. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Ketegangan geopolitik dunia, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat - Israel, dan Iran, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi dan energi global.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penggeledahan dilakukan di hampir 20 titik, mulai dari kantor, rumah, hingga pabrik pengolahan kelapa sawit.