SulawesiPos.com – Sebanyak 18 remaja asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diamankan polisi terkait dugaan tawuran yang menewaskan mahasiswa berinisial MAM (24) di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Belasan remaja tersebut ditangkap di wilayah Kabupaten Maros setelah polisi melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam tawuran pada Minggu (4/10/2026) dini hari.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik mengatakan jumlah remaja yang diamankan sebanyak 18 orang.
Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi informasi sebelumnya yang menyebut polisi mengamankan 19 orang.
“18 orang kita amankan yang terlibat dalam penyerangan pada malam hari itu untuk posisinya mereka di Maros,” ungkap Setiawan saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (5/10/2026).
Setiawan menjelaskan tawuran antarkelompok terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.
Peristiwa tersebut menyebabkan MAM meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat.
“Sekitar 3.00 dini hari itu terjadi perang di antara dua kelompok. Kemudian mengakibatkan meninggal dunia satu orang, kemudian satu orang luka berat,” ujarnya.
Setelah kejadian, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat.
Operasi tersebut melibatkan Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Biringkanaya.
“Kemudian kita lanjutkan untuk, tadi pagi kita melakukan pengejaran terhadap pelaku oleh Resmob Polda, kemudian Jatanras Pulrestabes, bersama Opsnal Polsek Biringkanaya,” lanjutnya.
Mayoritas Pelaku Masih Pelajar
Dari 18 remaja yang diamankan, polisi menyebut mayoritas masih berstatus pelajar dengan usia belasan tahun.
Bahkan, salah seorang remaja diamankan saat sudah mengenakan seragam sekolah tingkat SMP.
“Kemudian untuk rata-rata semua mereka adalah pelajar ya, pelajar SMA, SMP,” ungkap perwira satu melati ini.
Polisi masih mendalami keterlibatan masing-masing remaja dalam tawuran yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.
Diduga Ada Janjian Tawuran
Setiawan menduga tawuran tersebut tidak terjadi secara spontan.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh polisi, kedua kelompok diduga telah membuat janji untuk bertemu di lokasi.
“Informasi sementara mereka berdua ini, dua kubu ini adalah geng motor. Ya, informasi mereka ada COD, berdasarkan mereka di COD untuk ketemu di jalan,” bebernya.
MAM sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di trotoar kawasan underpass atau Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing dari 18 remaja yang telah diamankan serta rangkaian tawuran yang menyebabkan mahasiswa tersebut meninggal dunia.


