Konvoi 13 Pelajar di Gowa Diduga Salah Sasaran, Dua Orang Dibacok

Hingga pembaruan terakhir, polisi belum mengumumkan siapa yang diduga menyabet kedua korban maupun barang bukti senjata tajam yang telah disita.

Keterangan terbaru itu melengkapi temuan awal polisi setelah mendatangi tempat kejadian dan memeriksa rekaman kamera pengawas.

Pada tahap awal, polisi melihat empat orang yang menggunakan dua sepeda motor dalam rangkaian penyerangan.

“Penyidik telah mendatangi TKP untuk menemukan pelaku dengan memeriksa kamera. Pelaku ada empat orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Hairuddin, Rabu (9/9/2026).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah hingga empat pelajar diamankan.

Penyelidikan dilanjutkan untuk mencocokkan keterangan mereka dengan rekaman CCTV dan keterangan saksi.

Dua Korban Diserang dalam Perjalanan Pulang

MS berpapasan dengan kelompok pengendara sepeda motor ketika dalam perjalanan pulang.

Salah seorang dalam rombongan diduga mengayunkan senjata tajam hingga mengenai bahu korban.

Tak lama kemudian, Akmal yang bekerja sebagai sales roti mengalami serangan serupa.

Luka pada punggungnya juga memerlukan penanganan medis.

BACA JUGA:  Pria Tewas di Kos Makassar Diduga Dibunuh, Cangkul Berlumuran Darah Disita Polisi

“Jadi ada dua korban, masing-masing mengalami luka senjata tajam, ada di bagian punggung dan pundak,” ujar Muhalis.

Keterangan keluarga MS menyebut orang-orang dalam rombongan mengenakan seragam sekolah dan mengayunkan senjata tajam kepada pengguna jalan yang berpapasan.

Polisi menduga MS dan Akmal menjadi korban salah sasaran karena keduanya diserang saat pulang setelah beraktivitas dan tidak terlibat dalam rencana tawuran dua kelompok pelajar tersebut.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, motif, serta keterlibatan pelajar lain yang berada dalam konvoi.

Status hukum dan peran keempat anak yang telah diamankan juga belum diumumkan secara terperinci.

Hingga pembaruan terakhir, polisi belum mengumumkan siapa yang diduga menyabet kedua korban maupun barang bukti senjata tajam yang telah disita.

Keterangan terbaru itu melengkapi temuan awal polisi setelah mendatangi tempat kejadian dan memeriksa rekaman kamera pengawas.

Pada tahap awal, polisi melihat empat orang yang menggunakan dua sepeda motor dalam rangkaian penyerangan.

“Penyidik telah mendatangi TKP untuk menemukan pelaku dengan memeriksa kamera. Pelaku ada empat orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Hairuddin, Rabu (9/9/2026).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah hingga empat pelajar diamankan.

Penyelidikan dilanjutkan untuk mencocokkan keterangan mereka dengan rekaman CCTV dan keterangan saksi.

Dua Korban Diserang dalam Perjalanan Pulang

MS berpapasan dengan kelompok pengendara sepeda motor ketika dalam perjalanan pulang.

Salah seorang dalam rombongan diduga mengayunkan senjata tajam hingga mengenai bahu korban.

Tak lama kemudian, Akmal yang bekerja sebagai sales roti mengalami serangan serupa.

Luka pada punggungnya juga memerlukan penanganan medis.

BACA JUGA:  Warga Kira Suara Hewan, Ternyata Bayi Hidup Dibuang di Belakang Rumah

“Jadi ada dua korban, masing-masing mengalami luka senjata tajam, ada di bagian punggung dan pundak,” ujar Muhalis.

Keterangan keluarga MS menyebut orang-orang dalam rombongan mengenakan seragam sekolah dan mengayunkan senjata tajam kepada pengguna jalan yang berpapasan.

Polisi menduga MS dan Akmal menjadi korban salah sasaran karena keduanya diserang saat pulang setelah beraktivitas dan tidak terlibat dalam rencana tawuran dua kelompok pelajar tersebut.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, motif, serta keterlibatan pelajar lain yang berada dalam konvoi.

Status hukum dan peran keempat anak yang telah diamankan juga belum diumumkan secara terperinci.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru