Kepala Bapenda Bone, Ir. Muhammad Angkasa, M.Si., mengatakan optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kolaborasi lintas instansi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari penyesuaian pelaporan, pembukuan hingga praktik lain yang berpotensi membuat penerimaan daerah belum optimal.
“Dengan adanya dukungan, power, serta payung hukum yang jelas, kita dapat bergerak bersama secara lebih taktis, efektif, dan terstruktur,” ujarnya.
Ia menegaskan, optimalisasi pendapatan harus tetap dilakukan secara profesional, akuntabel dan sesuai koridor hukum.
Menutup pertemuan, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi komunikasi dan sinergi yang dibangun bersama Kanwil DJP Sulselbartra. Ia berharap pendampingan teknis dan strategis dapat terus berlanjut agar potensi penerimaan pajak di Kabupaten Bone semakin optimal.
“Dengan sinergi dan kebersamaan, kita berharap penerimaan daerah dapat terus kita genjot untuk kemajuan Kabupaten Bone,” tandasnya. (kar)

