Karang Taruna Makassar Siap Jadi Motor Pilah Sampah, Appi Dorong Sinergi hingga Kelurahan

Menurut dia, wali kota berkomitmen mengaktifkan dan memperkuat Karang Taruna hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk sosialisasi pemilahan sampah di masyarakat.

“Karang Taruna diharapkan menjadi hotline sekaligus penyebar informasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam audiensi itu, Karang Taruna juga memaparkan lima strategi utama pengembangan organisasi, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi pemuda, kolaborasi lintas sektor, peningkatan dampak sosial, hingga pemberdayaan ekonomi pemuda.

Selain itu, organisasi tersebut menyiapkan tujuh program prioritas hingga 2028, antara lain Entrepreneur Hub, Skill Academy, Karang Taruna Connect, Karang Taruna Peduli, Makassar Youth Festival, Karang Taruna Award, dan Karang Taruna Voice.

Di sisi lain, Munafri menegaskan Karang Taruna harus ditempatkan sebagai pilar sosial yang terkoneksi dengan program-program pemerintah, bukan sekadar organisasi kepemudaan.

“Karang Taruna harus menjadi pilar pendukung sosial yang kuat. Persoalan yang kita hadapi saat ini adalah aktivasi Karang Taruna belum benar-benar terkoneksi dengan program-program pemerintah,” kata Munafri.

BACA JUGA:  Viral Emak-emak di Makassar Angkut Motor Listrik Pakai Motor, Berakhir Ditilang Polisi

Ia mengatakan pembinaan Karang Taruna ke depan akan dipusatkan melalui Dinas Sosial agar alur kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar menjadi lebih jelas dan program bersama bisa dijalankan lebih terarah.

“Kita ingin ada alur kolaborasi yang jelas. Program yang bisa dikerjakan bersama, kita kerjakan bersama,” imbuh Appi.

Munafri berharap penguatan organisasi hingga lapisan terbawah dapat membuat Karang Taruna menjadi contoh bagi generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan program sosial di tengah masyarakat.

“Kalau Karang Taruna tumbuh besar, tentu akan banyak yang mencontoh. Karena itu program-programnya harus dijaga keberlanjutannya dan organisasi harus mampu mengelola rumah tangganya secara mandiri,” tutupnya.

Menurut dia, wali kota berkomitmen mengaktifkan dan memperkuat Karang Taruna hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk sosialisasi pemilahan sampah di masyarakat.

“Karang Taruna diharapkan menjadi hotline sekaligus penyebar informasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam audiensi itu, Karang Taruna juga memaparkan lima strategi utama pengembangan organisasi, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi pemuda, kolaborasi lintas sektor, peningkatan dampak sosial, hingga pemberdayaan ekonomi pemuda.

Selain itu, organisasi tersebut menyiapkan tujuh program prioritas hingga 2028, antara lain Entrepreneur Hub, Skill Academy, Karang Taruna Connect, Karang Taruna Peduli, Makassar Youth Festival, Karang Taruna Award, dan Karang Taruna Voice.

Di sisi lain, Munafri menegaskan Karang Taruna harus ditempatkan sebagai pilar sosial yang terkoneksi dengan program-program pemerintah, bukan sekadar organisasi kepemudaan.

“Karang Taruna harus menjadi pilar pendukung sosial yang kuat. Persoalan yang kita hadapi saat ini adalah aktivasi Karang Taruna belum benar-benar terkoneksi dengan program-program pemerintah,” kata Munafri.

BACA JUGA:  Peserta PSBM XXVI Mulai Registrasi di Hotel Claro Makassar, Saudagar Nusantara Siap Perkuat Jejaring Bisnis

Ia mengatakan pembinaan Karang Taruna ke depan akan dipusatkan melalui Dinas Sosial agar alur kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar menjadi lebih jelas dan program bersama bisa dijalankan lebih terarah.

“Kita ingin ada alur kolaborasi yang jelas. Program yang bisa dikerjakan bersama, kita kerjakan bersama,” imbuh Appi.

Munafri berharap penguatan organisasi hingga lapisan terbawah dapat membuat Karang Taruna menjadi contoh bagi generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan program sosial di tengah masyarakat.

“Kalau Karang Taruna tumbuh besar, tentu akan banyak yang mencontoh. Karena itu program-programnya harus dijaga keberlanjutannya dan organisasi harus mampu mengelola rumah tangganya secara mandiri,” tutupnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru