Karang Taruna Makassar Siap Jadi Motor Pilah Sampah, Appi Dorong Sinergi hingga Kelurahan

“Saat ini orang-orang hanya bisa mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama keluar dari persoalan ini. Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan,” tegasnya.

“Ini hanya soal mengubah kebiasaan. Dulu semua sampah dicampur, sekarang tinggal dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Zulkifli mengaku telah membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik atau TEBA di wilayah Tello Baru.

Ia memanfaatkan gorong-gorong beton sebagai media pengolahan sampah organik dan mendorong warga memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak.

“Saya membantu membuat empat titik TEBA di wilayah saya. Saya minta warga menaruh sisa makanan di situ, kemudian pemilik sapi bisa memanfaatkannya sebagai pakan. Dengan cara sederhana seperti ini, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA,” jelasnya.

Ia juga mengaku menyiapkan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter untuk mendukung fasilitas pengelolaan sampah warga.

BACA JUGA:  Remaja 16 Tahun Perampok Toko Kelontong di Makassar Ditangkap Polisi

Menurut dia, gerakan itu diharapkan bisa diikuti pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Pemkot ingin Karang Taruna jadi pilar sosial

Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar Rijal Djamal mengatakan audiensi itu menjadi momentum menyelaraskan visi organisasi dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

“Ini bentuk komitmen Pemerintah Kota untuk bersama-sama dengan Karang Taruna menyukseskan seluruh program visi-misi Pak Wali Kota, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu sosial dan pemberdayaan anak muda,” ujar Rijal.

“Saat ini orang-orang hanya bisa mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama keluar dari persoalan ini. Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan,” tegasnya.

“Ini hanya soal mengubah kebiasaan. Dulu semua sampah dicampur, sekarang tinggal dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Zulkifli mengaku telah membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik atau TEBA di wilayah Tello Baru.

Ia memanfaatkan gorong-gorong beton sebagai media pengolahan sampah organik dan mendorong warga memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak.

“Saya membantu membuat empat titik TEBA di wilayah saya. Saya minta warga menaruh sisa makanan di situ, kemudian pemilik sapi bisa memanfaatkannya sebagai pakan. Dengan cara sederhana seperti ini, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA,” jelasnya.

Ia juga mengaku menyiapkan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter untuk mendukung fasilitas pengelolaan sampah warga.

BACA JUGA:  Polisi Selidiki Dugaan Baterai dan Cairan Parfum Jadi Pemicu Truk Ekspedisi Terbakar di Pelabuhan Makassar

Menurut dia, gerakan itu diharapkan bisa diikuti pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Pemkot ingin Karang Taruna jadi pilar sosial

Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar Rijal Djamal mengatakan audiensi itu menjadi momentum menyelaraskan visi organisasi dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

“Ini bentuk komitmen Pemerintah Kota untuk bersama-sama dengan Karang Taruna menyukseskan seluruh program visi-misi Pak Wali Kota, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu sosial dan pemberdayaan anak muda,” ujar Rijal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru