Dari Jerat Rentenir Menembus Mancanegara, Nuraeni Bangun Sentra UMKM di Pesisir Utara Makassar

Catatan pertumbuhan usaha itu ikut mengantarkan KWN Fatimah Az-Zahra meraih penghargaan sebagai tiga mitra binaan terbaik Pertamina pada 2018 dalam kategori kolektabilitas lancar dan aktif.

Usaha tumbuh, fungsi sosial ikut meluas

Keberhasilan ekonomi itu tidak berhenti pada omzet. KWN Fatimah Az-Zahra kini disebut melibatkan sekitar 600 warga dalam operasionalnya. Dari hasil penjualan, kelompok ini menyisihkan 2 persen untuk menjalankan kegiatan sosial, menjadikannya bukan sekadar UMKM, tetapi juga ruang pemberdayaan warga pesisir.

Di Jalan Barukang 3 Lorong 3, komunitas ini menaungi kelompok anak berdaya, lansia berdaya, dan kelompok disabilitas berdaya. Setiap tanggal 10, mereka membagikan santunan, paket sembako, dan layanan pemeriksaan kesehatan untuk 150 lansia, disertai pembinaan serta pengajian rutin.

Untuk anak-anak pesisir, mereka membentuk Sekolah Anak Percaya Diri atau SAPD. Program ini ditujukan bagi 63 siswa, termasuk anak-anak yang pernah mengalami kekerasan fisik, psikis, maupun seksual, agar memiliki ruang belajar dan memulihkan kepercayaan diri.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 Didominasi Berawan

“Kenapa kita berikan nama SAPD, karena anak-anak yang telah mengalami kekerasan biasanya akan kehilangan sikap percaya diri. Kita berikan ruang belajar setiap Jumat dan Minggu untuk memulihkannya,” jelas Bu Eni.

Pada kelompok penyandang disabilitas, KWN Fatimah Az-Zahra bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas untuk memberi pendampingan dan pelatihan keterampilan, termasuk menjahit.

Komunitas ini juga beberapa kali menerima kunjungan pejabat dan tamu luar negeri, di antaranya Sandiaga Uno saat masih menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 13 November 2024, serta delegasi Australia Indonesia Muslim Exchange Program.

Dari gang kecil di pesisir Makassar, Nuraeni membangun model pemberdayaan yang bergerak dari dapur produksi ke ruang sosial. KWN Fatimah Az-Zahra kini menjadi bukti bahwa penguatan perempuan pesisir dapat memutus ketergantungan pada rentenir sekaligus membuka jalan kemandirian ekonomi yang lebih luas.

Catatan pertumbuhan usaha itu ikut mengantarkan KWN Fatimah Az-Zahra meraih penghargaan sebagai tiga mitra binaan terbaik Pertamina pada 2018 dalam kategori kolektabilitas lancar dan aktif.

Usaha tumbuh, fungsi sosial ikut meluas

Keberhasilan ekonomi itu tidak berhenti pada omzet. KWN Fatimah Az-Zahra kini disebut melibatkan sekitar 600 warga dalam operasionalnya. Dari hasil penjualan, kelompok ini menyisihkan 2 persen untuk menjalankan kegiatan sosial, menjadikannya bukan sekadar UMKM, tetapi juga ruang pemberdayaan warga pesisir.

Di Jalan Barukang 3 Lorong 3, komunitas ini menaungi kelompok anak berdaya, lansia berdaya, dan kelompok disabilitas berdaya. Setiap tanggal 10, mereka membagikan santunan, paket sembako, dan layanan pemeriksaan kesehatan untuk 150 lansia, disertai pembinaan serta pengajian rutin.

Untuk anak-anak pesisir, mereka membentuk Sekolah Anak Percaya Diri atau SAPD. Program ini ditujukan bagi 63 siswa, termasuk anak-anak yang pernah mengalami kekerasan fisik, psikis, maupun seksual, agar memiliki ruang belajar dan memulihkan kepercayaan diri.

BACA JUGA:  KPK Panggil Eks Direktur Pertamina Chrisna Damayanto, Bakal Reuni dengan Anak di Penjara?

“Kenapa kita berikan nama SAPD, karena anak-anak yang telah mengalami kekerasan biasanya akan kehilangan sikap percaya diri. Kita berikan ruang belajar setiap Jumat dan Minggu untuk memulihkannya,” jelas Bu Eni.

Pada kelompok penyandang disabilitas, KWN Fatimah Az-Zahra bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas untuk memberi pendampingan dan pelatihan keterampilan, termasuk menjahit.

Komunitas ini juga beberapa kali menerima kunjungan pejabat dan tamu luar negeri, di antaranya Sandiaga Uno saat masih menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 13 November 2024, serta delegasi Australia Indonesia Muslim Exchange Program.

Dari gang kecil di pesisir Makassar, Nuraeni membangun model pemberdayaan yang bergerak dari dapur produksi ke ruang sosial. KWN Fatimah Az-Zahra kini menjadi bukti bahwa penguatan perempuan pesisir dapat memutus ketergantungan pada rentenir sekaligus membuka jalan kemandirian ekonomi yang lebih luas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru