CCTV DPRD Bone Dipastikan Berfungsi, Namun Tak Mengarah ke Lokasi Dugaan Penganiayaan Staf

SulawesiPos.com — Perkembangan terbaru terungkap dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap staf PPPK paruh waktu DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29), yang dilaporkan melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong.

Kamera pengawas (CCTV) di kompleks DPRD Bone yang sebelumnya sempat disebut mengalami kerusakan dipastikan masih berfungsi, namun posisi kameranya tidak mengarah langsung ke lokasi dugaan insiden.

Keterangan tersebut menggeser perhatian publik dari isu kerusakan CCTV menjadi kemungkinan ada atau tidaknya rekaman yang dapat digunakan sebagai alat bukti dalam penyelidikan yang kini ditangani Polres Bone.

Ketua Komisi I DPRD Bone, Rismono Sarlim, mengatakan hasil pengecekan bersama Sekretaris DPRD Bone menunjukkan kamera pengawas di area masjid yang berada di sekitar kantin masih berfungsi dengan baik.

“CCTV tidak rusak. Barusan tadi saya cek sama Pak Sekwan,” kata Rismono Sarlim, dikutip dari detikSulsel, Rabu (29/7/2026).

Rismono menjelaskan bahwa kendala yang sempat terjadi bukan berada pada perangkat kamera, melainkan pada kabel High-Definition Multimedia Interface (HDMI) yang digunakan untuk menampilkan hasil rekaman ke monitor.

BACA JUGA:  Teror Buaya di Sungai Maspul, Warga Bone Tangkap Betina, Kini Jantan 4 Meter Masih Berkeliaran

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, juga telah memberikan penjelasan terkait posisi kamera pengawas di lokasi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa CCTV yang berada di area masjid masih aktif dan lampu indikatornya menyala, namun arah kamera menghadap ke area parkir, bukan ke sisi pinggir kantin yang disebut sebagai lokasi dugaan penganiayaan.

Dengan posisi tersebut, kamera yang tetap berfungsi belum tentu merekam secara langsung peristiwa yang dilaporkan korban. Karena itu, keberadaan rekaman CCTV masih menjadi salah satu hal yang akan didalami dalam proses penyelidikan.

Dugaan Penganiayaan Masih Diselidiki

Kasus ini bermula dari laporan Yuli Nofita Sari ke Polres Bone terkait dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di lingkungan DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026).

Dalam laporannya, Yuli mengaku mengalami pelemparan kue, disiram air, hingga dilempar botol setelah dipanggil ke kantin DPRD Bone.

Laporan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dengan penjelasan mengenai posisi CCTV, penyidik diperkirakan akan mengandalkan berbagai alat bukti lain untuk mengungkap kronologi kejadian, termasuk keterangan saksi, dokumen pendukung, maupun bukti lain yang relevan.

BACA JUGA:  Update Cuaca Sulsel 2 Maret: Berawan Pagi, Siang Berpotensi Hujan Ringan-Sedang

Korban Mengaku Masih Trauma

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban juga menjadi perhatian.

Yuli mengaku masih mengalami trauma setelah insiden yang dilaporkannya dan belum kembali bekerja di lingkungan DPRD Bone.

Korban memilih beristirahat sambil menunggu perkembangan proses hukum yang sedang berlangsung.

Hingga Kamis (30/7/2026), belum ada keterangan resmi dari penyidik Polres Bone mengenai apakah rekaman CCTV di sekitar lokasi telah diamankan atau dapat digunakan sebagai bagian dari pembuktian perkara.

Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang dilaporkan tersebut.

SulawesiPos.com — Perkembangan terbaru terungkap dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap staf PPPK paruh waktu DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29), yang dilaporkan melibatkan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong.

Kamera pengawas (CCTV) di kompleks DPRD Bone yang sebelumnya sempat disebut mengalami kerusakan dipastikan masih berfungsi, namun posisi kameranya tidak mengarah langsung ke lokasi dugaan insiden.

Keterangan tersebut menggeser perhatian publik dari isu kerusakan CCTV menjadi kemungkinan ada atau tidaknya rekaman yang dapat digunakan sebagai alat bukti dalam penyelidikan yang kini ditangani Polres Bone.

Ketua Komisi I DPRD Bone, Rismono Sarlim, mengatakan hasil pengecekan bersama Sekretaris DPRD Bone menunjukkan kamera pengawas di area masjid yang berada di sekitar kantin masih berfungsi dengan baik.

“CCTV tidak rusak. Barusan tadi saya cek sama Pak Sekwan,” kata Rismono Sarlim, dikutip dari detikSulsel, Rabu (29/7/2026).

Rismono menjelaskan bahwa kendala yang sempat terjadi bukan berada pada perangkat kamera, melainkan pada kabel High-Definition Multimedia Interface (HDMI) yang digunakan untuk menampilkan hasil rekaman ke monitor.

BACA JUGA:  3 Pria Kepergok Curi Plat Besi Reklame di Makassar, Polisi Sebut Sudah 2 Kali Beraksi

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, juga telah memberikan penjelasan terkait posisi kamera pengawas di lokasi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa CCTV yang berada di area masjid masih aktif dan lampu indikatornya menyala, namun arah kamera menghadap ke area parkir, bukan ke sisi pinggir kantin yang disebut sebagai lokasi dugaan penganiayaan.

Dengan posisi tersebut, kamera yang tetap berfungsi belum tentu merekam secara langsung peristiwa yang dilaporkan korban. Karena itu, keberadaan rekaman CCTV masih menjadi salah satu hal yang akan didalami dalam proses penyelidikan.

Dugaan Penganiayaan Masih Diselidiki

Kasus ini bermula dari laporan Yuli Nofita Sari ke Polres Bone terkait dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di lingkungan DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026).

Dalam laporannya, Yuli mengaku mengalami pelemparan kue, disiram air, hingga dilempar botol setelah dipanggil ke kantin DPRD Bone.

Laporan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Dengan penjelasan mengenai posisi CCTV, penyidik diperkirakan akan mengandalkan berbagai alat bukti lain untuk mengungkap kronologi kejadian, termasuk keterangan saksi, dokumen pendukung, maupun bukti lain yang relevan.

BACA JUGA:  Tangis Haru di Wisuda UNCAPI Bone, Bupati Lunasi Utang Kuliah Rp17 Juta dan Salurkan Bantuan Rp75 Juta

Korban Mengaku Masih Trauma

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi korban juga menjadi perhatian.

Yuli mengaku masih mengalami trauma setelah insiden yang dilaporkannya dan belum kembali bekerja di lingkungan DPRD Bone.

Korban memilih beristirahat sambil menunggu perkembangan proses hukum yang sedang berlangsung.

Hingga Kamis (30/7/2026), belum ada keterangan resmi dari penyidik Polres Bone mengenai apakah rekaman CCTV di sekitar lokasi telah diamankan atau dapat digunakan sebagai bagian dari pembuktian perkara.

Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang dilaporkan tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru