Yuli Novita Sari Tetap Bekerja, Jadi Tulang Punggung Keluarga di Tengah Kasus DPRD Bone

SulawesiPos.com – Di tengah proses hukum atas dugaan penganiayaan yang dilaporkannya terhadap Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, Yuli Novita Sari tetap menjalankan aktivitasnya sebagai staf di Sekretariat DPRD Bone.

Perempuan berusia 29 tahun itu mengaku tidak memiliki pilihan lain karena menjadi tulang punggung keluarganya.

Yuli yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengatakan dirinya masih harus bekerja sembari mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

“Ada kakak saya juga, cuman saya yang tulang punggung keluarga, saya semua urus adikku sama mamaku yang sakit,” ujar Yuli di kutip dari Detik.com.

Gaji Rp1 Juta untuk Hidupi Keluarga

Yuli mengungkapkan dirinya menerima gaji sekitar Rp1 juta per bulan sebagai staf Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone.

Sebelum diangkat menjadi PPPK paruh waktu pada 2025, ia bekerja sebagai tenaga honorer dengan penghasilan yang pembayarannya kerap terlambat.

Meski penghasilannya terbatas, Yuli mengaku tetap bersyukur dan memilih bertahan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

BACA JUGA:  Kebakaran di Carebbu Awangpone Bone, Tiga Rumah Ludes Terbakar

“Gaji Rp1 juta per bulan. Gaji itu masuk setiap bulan, waktu masih honor kadang per dua bulan, kadang per tiga bulan,” katanya.

Ayah Meninggal, Ibu Sakit

Sejak ayahnya meninggal pada 2021, Yuli memikul tanggung jawab sebagai pencari nafkah utama keluarga.

Selain membiayai kebutuhan sehari-hari, ia juga merawat ibunya yang kini dalam kondisi sakit.

Menurut Yuli, ibunya memiliki lapak di pasar yang kini dipinjamkan kepada keluarga untuk berjualan sembako.

Namun karena kondisi kesehatan yang menurun, sang ibu tidak selalu bisa beraktivitas.

“Kadang turun di pasar, kadang juga tidak karena sakit,” tutur Yuli.

Tetap Jalankan Tugas Meski Kerap Lembur

Dalam kesehariannya, Yuli bertugas menyiapkan konsumsi untuk pimpinan DPRD Bone dan tamu yang datang.

Ia juga mendampingi berbagai agenda kedewanan, termasuk reses dan rapat yang terkadang berlangsung hingga malam hari.

Hampir seluruh proses pemesanan hingga penyajian konsumsi menjadi tanggung jawabnya.

Jika terjadi kendala dalam penyediaan konsumsi, Yuli mengaku sering menjadi pihak yang pertama dimintai pertanggungjawaban.

BACA JUGA:  Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK, Pemerintah Akan Atur Ulang Belanja Pegawai

Kasus Masih Bergulir

Kasus yang menjerat Ketua DPRD Bone bermula dari dugaan penganiayaan terhadap Yuli di lingkungan kantor DPRD Bone.

Laporan tersebut telah diterima Polres Bone dan kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Selain proses pidana, Badan Kehormatan DPRD Bone juga menyatakan akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik terkait peristiwa tersebut.

Di sisi lain, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong telah membantah tuduhan melakukan pelemparan bosara dan botol ke arah Yuli.

Menurut versinya, benda yang dilempar diarahkan ke tanah sebagai bentuk luapan emosi, bukan kepada korban.

Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta dari insiden tersebut

SulawesiPos.com – Di tengah proses hukum atas dugaan penganiayaan yang dilaporkannya terhadap Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, Yuli Novita Sari tetap menjalankan aktivitasnya sebagai staf di Sekretariat DPRD Bone.

Perempuan berusia 29 tahun itu mengaku tidak memiliki pilihan lain karena menjadi tulang punggung keluarganya.

Yuli yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengatakan dirinya masih harus bekerja sembari mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

“Ada kakak saya juga, cuman saya yang tulang punggung keluarga, saya semua urus adikku sama mamaku yang sakit,” ujar Yuli di kutip dari Detik.com.

Gaji Rp1 Juta untuk Hidupi Keluarga

Yuli mengungkapkan dirinya menerima gaji sekitar Rp1 juta per bulan sebagai staf Bagian Umum Sekretariat DPRD Bone.

Sebelum diangkat menjadi PPPK paruh waktu pada 2025, ia bekerja sebagai tenaga honorer dengan penghasilan yang pembayarannya kerap terlambat.

Meski penghasilannya terbatas, Yuli mengaku tetap bersyukur dan memilih bertahan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

BACA JUGA:  Operasi Gabungan di Bone, Polisi Tindak Pengendara Tunggak Pajak

“Gaji Rp1 juta per bulan. Gaji itu masuk setiap bulan, waktu masih honor kadang per dua bulan, kadang per tiga bulan,” katanya.

Ayah Meninggal, Ibu Sakit

Sejak ayahnya meninggal pada 2021, Yuli memikul tanggung jawab sebagai pencari nafkah utama keluarga.

Selain membiayai kebutuhan sehari-hari, ia juga merawat ibunya yang kini dalam kondisi sakit.

Menurut Yuli, ibunya memiliki lapak di pasar yang kini dipinjamkan kepada keluarga untuk berjualan sembako.

Namun karena kondisi kesehatan yang menurun, sang ibu tidak selalu bisa beraktivitas.

“Kadang turun di pasar, kadang juga tidak karena sakit,” tutur Yuli.

Tetap Jalankan Tugas Meski Kerap Lembur

Dalam kesehariannya, Yuli bertugas menyiapkan konsumsi untuk pimpinan DPRD Bone dan tamu yang datang.

Ia juga mendampingi berbagai agenda kedewanan, termasuk reses dan rapat yang terkadang berlangsung hingga malam hari.

Hampir seluruh proses pemesanan hingga penyajian konsumsi menjadi tanggung jawabnya.

Jika terjadi kendala dalam penyediaan konsumsi, Yuli mengaku sering menjadi pihak yang pertama dimintai pertanggungjawaban.

BACA JUGA:  Tragis! IRT di Bengo Bone Ditikam Anak Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Kasus Masih Bergulir

Kasus yang menjerat Ketua DPRD Bone bermula dari dugaan penganiayaan terhadap Yuli di lingkungan kantor DPRD Bone.

Laporan tersebut telah diterima Polres Bone dan kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Selain proses pidana, Badan Kehormatan DPRD Bone juga menyatakan akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik terkait peristiwa tersebut.

Di sisi lain, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong telah membantah tuduhan melakukan pelemparan bosara dan botol ke arah Yuli.

Menurut versinya, benda yang dilempar diarahkan ke tanah sebagai bentuk luapan emosi, bukan kepada korban.

Sementara itu, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta dari insiden tersebut

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru