“Ke Pasar Sekali, Uang Langsung Habis”, Keluhan Emak-emak Bone Usai BBM Naik

SulawesiPos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi ikut berdampak terhadap harga kebutuhan pokok. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bone, data dalam lima hari terakhir, harga kebutuhan pokok naik yang berdampak pada pengeluaran rumah tangga yang juga semakin membengkak.

Sejumlah ibu rumah tangga mengaku kini harus memutar otak mengatur keuangan keluarga karena uang belanja yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sepekan, kini hanya mampu bertahan beberapa hari.

Salah satunya diungkapkan Hj Nurlinda (43). Menurutnya, harga berbagai kebutuhan dapur mengalami kenaikan sehingga daya beli masyarakat semakin tertekan.

Uang Rp300 ribu yang biasanya cukup digunakan untuk kebutuhan rumah tangga selama lima hari, kini hanya bertahan sekitar tiga hari.

“Kemarin saya ke Pasar Welado (Pasar di Kecamatan Ajangale) uang Rp300 yang biasanya bisa cukup untuk beli kebutuhan pokok selama lima hari, ini paling lama hanya tiga hari,” keluhnya, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA:  Harga Pertamax dan Pertamax Green Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Nurdiana mengatakan sebagian besar pengeluaran digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti bumbu dapur, minyak goreng, telur, ikan, dan bahan makanan lainnya. Belum termasuk kebutuhan anak sekolah serta biaya rumah tangga yang juga ikut meningkat.

Ia mengaku setiap kali berbelanja, uang yang dibawanya terasa cepat habis meski barang yang dibeli tidak terlalu banyak.

“Esso-esso lokkaka pasa e ta cinampe cappu dui e. Tegani barang-barang yerro yelli e dehhe na mega tapi ellina muhammae,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Becce (39). Ia menilai kenaikan BBM memberikan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok sehingga masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Kini, ia harus lebih selektif dalam berbelanja dan terkadang menunda pembelian beberapa kebutuhan agar anggaran rumah tangga tetap mencukupi.

“Ku dehhe dimacca mattaro deaga cappuki. Maega barang lo dielli dessi dielli i pa’na makurang dui nh engka toh mendesak,” ujarnya.

Menurut Becce, sejumlah komoditas seperti ikan, sayuran hingga biaya transportasi mengalami kenaikan setelah harga BBM naik.

BACA JUGA:  Panic Buying BBM, Antrean Panjang Mengular di Sejumlah SPBU Makassar

Kondisi tersebut membuat ibu rumah tangga harus semakin berhemat dalam mengelola pengeluaran keluarga.

“Masuli ellina bale e, kaju e, sewa oto e masili e pa na menre BBM e. Uang belanja sekarang harus benar-benar dihemat,” katanya.

Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.

Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat juga dinilai penting agar kebutuhan keluarga tetap dapat terpenuhi di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan.

“Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan hal yang sama. Semoga harga-harga bisa lebih terjangkau agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi dengan baik,” tandasnya. (kar)

SulawesiPos.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi ikut berdampak terhadap harga kebutuhan pokok. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bone, data dalam lima hari terakhir, harga kebutuhan pokok naik yang berdampak pada pengeluaran rumah tangga yang juga semakin membengkak.

Sejumlah ibu rumah tangga mengaku kini harus memutar otak mengatur keuangan keluarga karena uang belanja yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sepekan, kini hanya mampu bertahan beberapa hari.

Salah satunya diungkapkan Hj Nurlinda (43). Menurutnya, harga berbagai kebutuhan dapur mengalami kenaikan sehingga daya beli masyarakat semakin tertekan.

Uang Rp300 ribu yang biasanya cukup digunakan untuk kebutuhan rumah tangga selama lima hari, kini hanya bertahan sekitar tiga hari.

“Kemarin saya ke Pasar Welado (Pasar di Kecamatan Ajangale) uang Rp300 yang biasanya bisa cukup untuk beli kebutuhan pokok selama lima hari, ini paling lama hanya tiga hari,” keluhnya, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA:  Harga Pertamax dan Pertamax Green Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Nurdiana mengatakan sebagian besar pengeluaran digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti bumbu dapur, minyak goreng, telur, ikan, dan bahan makanan lainnya. Belum termasuk kebutuhan anak sekolah serta biaya rumah tangga yang juga ikut meningkat.

Ia mengaku setiap kali berbelanja, uang yang dibawanya terasa cepat habis meski barang yang dibeli tidak terlalu banyak.

“Esso-esso lokkaka pasa e ta cinampe cappu dui e. Tegani barang-barang yerro yelli e dehhe na mega tapi ellina muhammae,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Becce (39). Ia menilai kenaikan BBM memberikan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok sehingga masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Kini, ia harus lebih selektif dalam berbelanja dan terkadang menunda pembelian beberapa kebutuhan agar anggaran rumah tangga tetap mencukupi.

“Ku dehhe dimacca mattaro deaga cappuki. Maega barang lo dielli dessi dielli i pa’na makurang dui nh engka toh mendesak,” ujarnya.

Menurut Becce, sejumlah komoditas seperti ikan, sayuran hingga biaya transportasi mengalami kenaikan setelah harga BBM naik.

BACA JUGA:  Harga Sembako Mulai Naik, Pemkab Bone Turunkan Satgas

Kondisi tersebut membuat ibu rumah tangga harus semakin berhemat dalam mengelola pengeluaran keluarga.

“Masuli ellina bale e, kaju e, sewa oto e masili e pa na menre BBM e. Uang belanja sekarang harus benar-benar dihemat,” katanya.

Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.

Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat juga dinilai penting agar kebutuhan keluarga tetap dapat terpenuhi di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan.

“Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan hal yang sama. Semoga harga-harga bisa lebih terjangkau agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi dengan baik,” tandasnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru