Tragis! Penjual Ikan Keliling di Gowa Tewas Dibacok Sesama Pedagang

SulawesiPos.com – Nasib tragis dialami seorang penjual ikan keliling di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pria berinisial SL (60) ditemukan tewas bersimbah darah usai diduga dibacok oleh sesama pedagang ikan di Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Senin (25/5/2026).

Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dengan sejumlah luka serius akibat senjata tajam.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara sebelum polisi tiba melakukan penanganan.

Suasana haru menyelimuti lokasi saat pihak keluarga korban menangis histeris melihat jasad SL yang telah ditutupi sarung.

Aparat kepolisian dari Polsek Bajeng bersama Tim Inafis Polres Gowa kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga diserang saat hendak berjualan ikan keliling.

Polisi menyebut pelaku diketahui berinisial JL (57), yang ternyata merupakan rekan sesama penjual ikan keliling di wilayah tersebut.

Kapolsek Bajeng AKP Wahhab Beta mengungkapkan sebelum aksi pembacokan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok.

BACA JUGA: 
Perselisihan Nelayan di Pulau Kodingareng Berujung Maut, Dipicu Pertengkaran Antar Anak

Polisi menduga insiden berdarah itu dipicu persoalan pribadi yang sudah berlangsung lama.

“Menurut informasi memang sebelumnya ada dendam antara pelaku dan korban. Itu persoalan sudah lama,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku diduga mengikuti korban sebelum akhirnya melakukan penyerangan menggunakan parang.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, leher, dan tangan.

“Korban diduga dibuntuti dari wilayah Bajeng dan terjadi cekcok sebelum kejadian. Pelaku memaranginya sampai meninggal dunia di tempat,” tambah Wahab.

Usai melakukan pembacokan, pelaku bersama barang bukti parang langsung menyerahkan diri ke Polsek Bajeng.

Untuk alasan keamanan, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Gowa guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga juga disebut menolak proses autopsi terhadap jasad korban.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Bajeng masih mendalami motif serta kronologi lengkap kasus pembunuhan tersebut.

SulawesiPos.com – Nasib tragis dialami seorang penjual ikan keliling di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pria berinisial SL (60) ditemukan tewas bersimbah darah usai diduga dibacok oleh sesama pedagang ikan di Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Senin (25/5/2026).

Peristiwa tersebut menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dengan sejumlah luka serius akibat senjata tajam.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara sebelum polisi tiba melakukan penanganan.

Suasana haru menyelimuti lokasi saat pihak keluarga korban menangis histeris melihat jasad SL yang telah ditutupi sarung.

Aparat kepolisian dari Polsek Bajeng bersama Tim Inafis Polres Gowa kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga diserang saat hendak berjualan ikan keliling.

Polisi menyebut pelaku diketahui berinisial JL (57), yang ternyata merupakan rekan sesama penjual ikan keliling di wilayah tersebut.

Kapolsek Bajeng AKP Wahhab Beta mengungkapkan sebelum aksi pembacokan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok.

BACA JUGA: 
Teror Geng Motor di Makassar Terekam CCTV, Bocah 13 Tahun Jadi Korban Bacokan

Polisi menduga insiden berdarah itu dipicu persoalan pribadi yang sudah berlangsung lama.

“Menurut informasi memang sebelumnya ada dendam antara pelaku dan korban. Itu persoalan sudah lama,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku diduga mengikuti korban sebelum akhirnya melakukan penyerangan menggunakan parang.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, leher, dan tangan.

“Korban diduga dibuntuti dari wilayah Bajeng dan terjadi cekcok sebelum kejadian. Pelaku memaranginya sampai meninggal dunia di tempat,” tambah Wahab.

Usai melakukan pembacokan, pelaku bersama barang bukti parang langsung menyerahkan diri ke Polsek Bajeng.

Untuk alasan keamanan, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Gowa guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga juga disebut menolak proses autopsi terhadap jasad korban.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Bajeng masih mendalami motif serta kronologi lengkap kasus pembunuhan tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru