SulawesiPos.com – Pelaksanaan Musyawarah Daerah Golkar Sulawesi Selatan diperkirakan akan molor hingga Juni nanti. Pelaksanaan Musda untuk mencari pengganti Taufan Pawe ini sedianya digelar sejak November 2025 lalu.
Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan, yang dikonfirmasi SulawesiPos.com, Selasa (19/5/2026), mengatakan ia baru saja mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, untuk melaporkan rangkaian silaturahmi dan konsolidasi di semua daerah pemilihan (Dapil) di Sulsel pada Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadahlia, di Jakarta.
“Kami telah melaporkan proses konsolidasi di seluruh dapil di Sulsel, Insya Allah Musda (Sulsel) akan digelar setelah Idul Adha,” ungkap Arief.
Arief menyebutkan penundaan Musda hingga setelah Idul Adha ini juga terkendala waktu bagi ketua umum dan Sekjennya, Sarmuji, yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji.
“Mohon doanya Ketum Bahlil dan Sekjen Sarmuji akan berangkat haji tahun ini bersama istri, semoga menjadi haji mabrur,” pungkas mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI ini.
Terkait penundaan ini, Dosen Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, Dr. Syaiful Simollah menilai hal tersebut bagian dari “arsitektur politik” yang sengaja didesain DPP Golkar.
Ruang waktu yang tercipta akibat penundaan ini memberi kesempatan bagi faksi-faksi politik di internal Golkar Sulsel untuk mengendapkan ego sektoralnya.
​”Ini adalah proses kalkulasi matang dari pusat untuk mendisiplinkan dinamika politik lokal Sulsel agar senada dengan orkestrasi politik nasional di bawah kepemimpinan Bahlil,” tutup Syaiful. (mn abdurrahman)

