Overview
SulawesiPos.com – Proses penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terus berlanjut.
Jenazah korban pertama yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung akhirnya tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Rabu (21/1/2026) pagi.
Jenazah berjenis kelamin pria tersebut tiba menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto.
Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.
Setelah dilakukan serah terima, tim DVI segera membawa jenazah ke ruang jenazah guna menjalani pemeriksaan post mortem sebagai bagian dari proses identifikasi korban.
Korban pria tersebut diketahui merupakan jenazah pertama yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA.
Saat itu, korban ditemukan di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Proses evakuasi baru dapat dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa cuaca yang membaik pada Rabu pagi menjadi faktor penting dalam kelancaran proses evakuasi menggunakan helikopter Basarnas.
“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin Basarnas HR-3601 dapat diberangkatkan ke Lampeso,” ujar Andi Sultan.
Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu mengevakuasi korban kedua, seorang pramugari, yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter pada Senin (19/1/2026).
Jenazah korban kedua telah lebih dahulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam.
Perbedaan waktu evakuasi kedua korban tersebut disebabkan oleh kondisi medan yang berbeda.
Kontur perbukitan di lokasi penemuan korban pertama dinilai lebih ekstrem sehingga membutuhkan waktu dan perencanaan lebih matang.