Bukan FOMO, Eks Petenis Indonesia Tembus Final Padel Asian Games

SulawesiPos.com – Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menembus final padel Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menang 6-0, 6-0 atas pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Jumat (2/10/2026).

Kemenangan dua set langsung itu membawa Fadona/Fitriani ke final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10/2026) pukul 15.00 WITA.

Dan juga memastikan medali bagi Indonesia pada debut padel di Asian Games sekaligus membawa dua eks petenis itu ke perebutan emas.

Fadona/Fitriani tampil dominan sejak awal dan menyelesaikan set pertama dalam 17 menit.

Set kedua berlangsung 25 menit, tetapi pasangan Indonesia tetap menjaga kendali hingga menutup laga tanpa kehilangan satu gim pun.

Fadona menilai permainan mereka lebih rapi dibandingkan laga-laga sebelumnya.

“Alhamdulillah ya, kita hari ini mainnya sangat enjoy. Nggak serius-serius yang kemarin-kemarin, dari pertama ke kedua. Kita hari ini mainnya lebih rapi, lebih bersih, dan bisa bikin lawan jadi keteteran,” kata Fadona seusai pertandingan.

BACA JUGA:  Seraf Naro Siregar Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Mereka masih menunggu pemenang semifinal antara pasangan Indonesia Putria Novela/Beatrice Gumulya dan ganda putri Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto.

Dari Tenis ke Panggung Medali Padel

Fadona dan Fitriani sebelumnya merupakan atlet tenis yang kemudian beralih ke padel.

Keduanya melihat peluang prestasi yang lebih besar di cabang olahraga yang baru masuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sementara pertandingan tenis di tingkat nasional dinilai tidak sebanyak yang mereka harapkan.

Peralihan itu membuat keduanya harus beradaptasi dengan karakter padel, terutama permainan melalui kaca, gameplay, dan positioning.

Namun, fondasi tenis membantu mereka menguasai teknik seperti voli, forehand, backhand, dan smash.

Fadona menyebut pencapaian di Asian Games menjadi jawaban atas anggapan bahwa padel hanya tumbuh karena tren.

“Apalagi padel diremehkan di Indonesia kan, katanya olahraga FOMO. Tapi kita bisa buktiin pulang bawa medali,” ujarnya.

Ia mengatakan kesempatan meraih prestasi menjadi alasan penting di balik keputusan berpindah cabang olahraga.

BACA JUGA:  Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Raih Emas Lead Putra World Climbing Series Praha 2026

“Kita melihat juga kalau padel ini kita ada chance besar di sini, beda dengan tenis. Makanya kita langsung switch ke padel, maka dari itu kita sudah fokus yang bisa di titik sekarang,” kata Fadona.

Bidik Emas, Buka Peluang All Indonesian Final

Menghadapi final, Fadona memastikan pasangan tersebut tidak akan memilih lawan.

“Siapa pun lawannya kita harus tetap all out, kita harus bisa mengincar gold untuk Indonesia,” ujarnya.

Fadona juga berharap Putria Novela/Beatrice Gumulya menyusul ke final agar tercipta partai sesama wakil Indonesia.

“Kalau all Indonesian final malah bagus, insya Allah, semoga, mohon doanya semuanya. Supaya gold sudah di tangan Indonesia,” katanya.

Fadona/Fitriani menjadi pasangan Indonesia pertama yang memastikan tiket final padel pada debut cabang tersebut di Asian Games.

Hasil semifinal ini sekaligus memberi Indonesia peluang menutup debut padel dengan medali emas.

SulawesiPos.com – Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menembus final padel Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menang 6-0, 6-0 atas pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Jumat (2/10/2026).

Kemenangan dua set langsung itu membawa Fadona/Fitriani ke final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/10/2026) pukul 15.00 WITA.

Dan juga memastikan medali bagi Indonesia pada debut padel di Asian Games sekaligus membawa dua eks petenis itu ke perebutan emas.

Fadona/Fitriani tampil dominan sejak awal dan menyelesaikan set pertama dalam 17 menit.

Set kedua berlangsung 25 menit, tetapi pasangan Indonesia tetap menjaga kendali hingga menutup laga tanpa kehilangan satu gim pun.

Fadona menilai permainan mereka lebih rapi dibandingkan laga-laga sebelumnya.

“Alhamdulillah ya, kita hari ini mainnya sangat enjoy. Nggak serius-serius yang kemarin-kemarin, dari pertama ke kedua. Kita hari ini mainnya lebih rapi, lebih bersih, dan bisa bikin lawan jadi keteteran,” kata Fadona seusai pertandingan.

BACA JUGA:  Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Raih Emas Lead Putra World Climbing Series Praha 2026

Mereka masih menunggu pemenang semifinal antara pasangan Indonesia Putria Novela/Beatrice Gumulya dan ganda putri Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto.

Dari Tenis ke Panggung Medali Padel

Fadona dan Fitriani sebelumnya merupakan atlet tenis yang kemudian beralih ke padel.

Keduanya melihat peluang prestasi yang lebih besar di cabang olahraga yang baru masuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sementara pertandingan tenis di tingkat nasional dinilai tidak sebanyak yang mereka harapkan.

Peralihan itu membuat keduanya harus beradaptasi dengan karakter padel, terutama permainan melalui kaca, gameplay, dan positioning.

Namun, fondasi tenis membantu mereka menguasai teknik seperti voli, forehand, backhand, dan smash.

Fadona menyebut pencapaian di Asian Games menjadi jawaban atas anggapan bahwa padel hanya tumbuh karena tren.

“Apalagi padel diremehkan di Indonesia kan, katanya olahraga FOMO. Tapi kita bisa buktiin pulang bawa medali,” ujarnya.

Ia mengatakan kesempatan meraih prestasi menjadi alasan penting di balik keputusan berpindah cabang olahraga.

BACA JUGA:  Sekum PABSI Sulsel: Rahmat Erwin Pindah ke Jatim, Karena Kurang Perhatian di Sulsel

“Kita melihat juga kalau padel ini kita ada chance besar di sini, beda dengan tenis. Makanya kita langsung switch ke padel, maka dari itu kita sudah fokus yang bisa di titik sekarang,” kata Fadona.

Bidik Emas, Buka Peluang All Indonesian Final

Menghadapi final, Fadona memastikan pasangan tersebut tidak akan memilih lawan.

“Siapa pun lawannya kita harus tetap all out, kita harus bisa mengincar gold untuk Indonesia,” ujarnya.

Fadona juga berharap Putria Novela/Beatrice Gumulya menyusul ke final agar tercipta partai sesama wakil Indonesia.

“Kalau all Indonesian final malah bagus, insya Allah, semoga, mohon doanya semuanya. Supaya gold sudah di tangan Indonesia,” katanya.

Fadona/Fitriani menjadi pasangan Indonesia pertama yang memastikan tiket final padel pada debut cabang tersebut di Asian Games.

Hasil semifinal ini sekaligus memberi Indonesia peluang menutup debut padel dengan medali emas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru