SulawesiPos.com – Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi berada satu kemenangan dari sejarah baru voli pantai Indonesia ketika menghadapi Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko pada final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Jepang, Sabtu (3/10/2026) jam 12.00 WITA.
Indonesia belum pernah meraih emas sejak nomor tersebut dipertandingkan pada 1998, tetapi pelatih Andi Ardiansyah meminta pasangan Merah Putih tetap berani menghadapi lawan yang pernah meraih perunggu Olimpiade.
Bintang/Sofyan melaju ke final setelah menundukkan pasangan tuan rumah Jepang Kota Kurosawa/Taito Mizumachi dengan skor 21-19 dan 21-18 pada semifinal.
Kemenangan itu menjaga rekor pasangan unggulan ketiga tersebut tanpa kekalahan sepanjang turnamen.
Qatar lolos ke partai puncak setelah mengalahkan pasangan Thailand Poravid Taovato/Pithak Tipjan dengan skor 23-21 dan 21-12.
Cherif Samba/Ahmed Janko menjadi ujian terakhir Bintang/Sofyan untuk mengubah sejarah tiga medali perak Indonesia menjadi emas.
Pelatih Minta Bintang/Sofyan Tak Gentar
Andi Ardiansyah mengakui final tidak akan mudah karena pasangan Qatar memiliki pengalaman besar di level internasional.
Cherif Samba/Ahmed Janko merupakan peraih medali perunggu Olimpiade 2020.
“Memang berat, mereka (Samba/Janko) meraih perunggu Olimpiade 2020. Tidak gentar, gas terus,” kata Andi dalam keterangan resmi yang dikutip ANTARA.
Voli pantai mulai dipertandingkan di Asian Games pada 1998. Indonesia belum pernah membawa pulang emas dari nomor putra.
Medali terbaik Indonesia sejauh ini adalah tiga perak: Agus Salim/Irilkhun Sofana pada 1998, Agus Salim/Koko Prasetyo Darkuncoro pada 2002, serta Ade Candra Rahmawan/Muhammad Ashfiya pada 2018.
Kemenangan atas Jepang membuat Bintang/Sofyan menjadi pasangan Indonesia keempat yang tampil di final nomor tersebut.
Mereka kini berpeluang mencatat emas pertama voli pantai Indonesia di Asian Games.


