Ia juga menilai ketenangan menjadi kunci kemenangan saat laga memasuki fase penentuan.
“Di gim ketiga kami sempat unggul, lalu mereka menyusul. Beruntung kami bisa mengatasi tekanan dan lebih tenang di poin-poin akhir,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengaku bersyukur bisa kembali membawa Indonesia ke partai final setelah melewati pertandingan yang menguras tenaga.
“Pastinya senang bisa kembali ke final. Hari ini kami bisa bermain lebih tenang dan saling mengingatkan ketika berada dalam tekanan,” kata Fikri.
Peluang Gelar Terbuka
Keberhasilan menaklukkan Liang/Wang menjadi modal berharga bagi Fajar/Fikri menghadapi laga puncak.
Selain mengatasi tekanan bermain melawan wakil tuan rumah, pasangan Indonesia juga menunjukkan mental kuat dengan dua kali menutup gim melalui selisih dua poin.


