SulawesiPos.com – Veda Ega Pratama menghadapi Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli 2026 dengan tantangan lintasan yang pendek, teknis, dan sangat menuntut ketelitian.
Bagi pebalap Honda Team Asia itu, seri di Jerman bukan hanya soal memburu hasil, tetapi juga soal menaklukkan karakter trek sepanjang 3,67 kilometer dengan 13 tikungan, terdiri dari 10 tikungan kiri dan tiga tikungan kanan, yang berjalan berlawanan arah jarum jam.
Veda Pratama punya kenangan manis di Sachsenring. Pada gelaran Red Bull Rookies Cup, 13 Juli 2025, Veda Pratama merengkuh juara di Race 2. Pada Race 1, ia menempati posisi 4.
“Saya suka sekali sirkuit ini, layout-nya. Saya suka sekali dan saya sangat senang,” kata Veda Pratama seusai memenangi Race 2 kala itu.
Moto3 Jerman di Sachsenring menjadi salah satu seri yang menarik karena sirkuit ini dikenal sebagai salah satu trek terpendek di kalender MotoGP.
Balapan di Sachsenring Tak Semata Ditentukan Top Speed
Tidak ada trek lurus yang sangat panjang, dengan lintasan lurus utama hanya sekitar 700 meter. Itu membuat balapan di Sachsenring tidak semata ditentukan top speed, melainkan lebih banyak bergantung pada kelincahan motor, manajemen ban, serta ritme pengereman yang presisi.
Karakter seperti itu membuat akhir pekan di Jerman berpotensi sangat menentukan bagi Veda.
Sachsenring didominasi tikungan kiri, termasuk rangkaian sektor yang mengalir dan menuntut motor tetap stabil saat rebah ke kiri dalam durasi panjang.
Area ini kerap menjadi ujian besar bagi pebalap muda karena kesalahan kecil bisa langsung mengganggu ritme satu putaran penuh.
Sirkuit sempit, ritme rapat
Secara teknis, Sachsenring menuntut kombinasi feeling motor dan keberanian. Sirkuit ini sempit, rapat, dan tidak memberi banyak ruang untuk mengandalkan tenaga di lintasan lurus.
Karena itu, pebalap yang bisa menjaga corner speed, cepat memindahkan bobot, dan konsisten saat masuk-keluar tikungan biasanya lebih kompetitif.
Dalam konteks itu, Veda punya modal yang bisa dimaksimalkan. Sejak Asia Talent Cup hingga tampil di kompetisi Eropa, ia beberapa kali menunjukkan kemampuan membaca lintasan baru dengan cepat.
Keunggulan adaptasi itu penting di Sachsenring, terutama pada sektor tengah yang mengalir dan membutuhkan sentuhan halus saat membuka gas maupun menjaga garis balap.
Titik Paling Menantang di Sachsenring
Salah satu titik yang paling menantang adalah rangkaian tikungan kiri cepat di area belakang sirkuit, termasuk sektor menurun yang sering disebut sebagai salah satu bagian paling teknis.
Di area seperti ini, kontrol gas, keberanian saat motor miring, dan kemampuan menjaga pace akan sangat menentukan.
Jika Veda bisa cepat menemukan ritme di sektor tersebut, peluangnya untuk tampil kompetitif akan terbuka lebih besar.
Moto3 Jerman 2026 sekaligus menjadi ujian apakah Veda mampu mengubah karakter Sachsenring menjadi keuntungan.
Sirkuit ini memang keras secara teknis, tetapi juga memberi peluang bagi pebalap yang punya feeling kuat, corner speed bagus, dan adaptasi cepat.
Dengan karakter itu, akhir pekan di Sachsenring bisa menjadi panggung penting bagi Veda Ega Pratama untuk menunjukkan kapasitasnya di kelas Moto3.
Jadwal Moto3 Jerman Sirkuit Sachsenring
Jumat, 10 Juli 2026
• Free Practice 1: pukul 15.00-15.35 Wita
• Practice: pukul 19.15-19.50 Wita
Sabtu, 11 Juli 2026
• Free Practice 2: pukul 14.40-15.10 Wita
• Qualifying 1: pukul 18.45-19.00 Wita
• Qualifying 2: pukul 19.10-19.25 Wita
Mingghu, 12 Juli 2026
• Race Moto3 Jerman: pukul 17.00 Wita
Klasemen 10 Besar Pembalap Moto3 2026
1. Máximo Quiles (Spanyol) – CFMoto Aspar Team – 211 poin – Assen: 33’51.801
2. Álvaro Carpe (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo / Red Bull KTM Factory Racing – 121 poin – Assen: DNF, +5 laps
3. David Almansa (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – 109 poin – Assen: 33’52.314
4. Brian Uriarte (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo / Red Bull KTM Factory Racing – 102 poin – Assen: 33’56.239
5. Marco Morelli (Argentina) – CFMoto Aspar Team – 102 poin – Assen: 33’54.234
6. Hakim Danish (Malaysia) – MT Helmets – MSI – 82 poin – Assen: 33’56.276
7. Veda Pratama (Indonesia) – Honda Team Asia – 82 poin – Assen: DNF, +12 laps
8. Valentín Perrone (Argentina) – Red Bull KTM Tech3 – 79 poin – Assen: 33’54.352
9. David Muñoz (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – 52 poin – Assen: tidak start / tidak tercatat
10. Guido Pini (Italia) – Leopard Racing – 48 poin – Assen: 34’06.638


