Veda Ega Pratama Akui Sirkuit Brno Jadi Tantangan Baru Usai FP1 Moto3 Ceko 2026

Sulawesipos.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menutup sesi FP1 Moto3 Ceko 2026 di posisi ke-22 setelah mencatatkan waktu terbaik 2 menit 07,544 detik di Sirkuit Brno, Jumat (19/6/2026). Hasil ini menunjukkan pembalap Indonesia tersebut masih membutuhkan adaptasi lebih cepat di lintasan baru.

Pembalap Honda Team Asia itu tertinggal 2,606 detik dari Hakim Danish asal Malaysia yang menjadi tercepat dengan catatan 2 menit 04,938 detik. FP1 menjadi sesi penting bagi Veda untuk membaca karakter Brno sebelum menghadapi sesi berikutnya.

Veda Pratama sebelumnya sudah menyebut Brno sebagai tantangan baru. Ia menilai lintasan tersebut menarik karena memiliki perubahan elevasi dan tikungan dinamis yang menuntut pemahaman cepat dari setiap pembalap.

“Brno adalah trek baru bagi saya, tapi saya sangat termotivasi karena ini akan jadi sirkuit menarik dengan banyak perubahan elevasi dan tikungan dinamis,” kata Veda Pratama.

Pada awal sesi FP1, Veda Pratama sempat menunjukkan sinyal positif dengan menembus posisi ke-13. Namun, posisinya perlahan turun setelah para pembalap lain mulai memperbaiki catatan waktu di pertengahan hingga akhir sesi.

BACA JUGA:  Mengapa Veda Pratama Loyo di Balapan Awal tapi Langsung Gacor Saat Restart, Ini Penjelasannya

Hasil ini membuat Veda Pratama harus bekerja lebih keras bersama Honda Team Asia. Fokus utama pembalap asal Gunungkidul itu kini bukan hanya memperbaiki kecepatan satu putaran, tetapi juga menemukan setelan motor yang cocok dengan karakter Sirkuit Brno.

Sebelum tampil di Ceko, Veda Pratama juga membawa pelajaran dari Moto3 Hungaria. Saat itu, ia gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-16, meski sebelumnya sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan pada sesi practice.

“Hal terpenting adalah kami belajar banyak dari akhir pekan lalu, terutama tentang cara beradaptasi dengan cepat di sirkuit baru dan mengelola situasi sulit selama balapan,” ujar Veda Pratama dalam rilis resmi Honda Team Asia, dikutip Kompas.com.

Pernyataan itu menjadi relevan setelah hasil FP1 di Brno. Veda Pratama kembali menghadapi situasi yang menuntut adaptasi cepat, terutama karena jarak waktu dengan pembalap tercepat masih cukup lebar.

Di papan atas FP1, Hakim Danish tampil kuat pada akhir sesi. Ia mempertajam catatan waktunya menjadi 2 menit 04,938 detik dan mengungguli David Almansa serta Alvaro Carpe.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Disponsori Red Bull, Sinyal KTM Tak Pernah Patah Hati Merekrut si Anak Gunungkidul

Meski finis ke-22, peluang Veda Pratama untuk memperbaiki posisi belum tertutup. Sesi practice Moto3 Ceko 2026 berikutnya akan menjadi kesempatan penting untuk memangkas selisih waktu dan memperbaiki posisi menuju kualifikasi.*

Sulawesipos.com – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menutup sesi FP1 Moto3 Ceko 2026 di posisi ke-22 setelah mencatatkan waktu terbaik 2 menit 07,544 detik di Sirkuit Brno, Jumat (19/6/2026). Hasil ini menunjukkan pembalap Indonesia tersebut masih membutuhkan adaptasi lebih cepat di lintasan baru.

Pembalap Honda Team Asia itu tertinggal 2,606 detik dari Hakim Danish asal Malaysia yang menjadi tercepat dengan catatan 2 menit 04,938 detik. FP1 menjadi sesi penting bagi Veda untuk membaca karakter Brno sebelum menghadapi sesi berikutnya.

Veda Pratama sebelumnya sudah menyebut Brno sebagai tantangan baru. Ia menilai lintasan tersebut menarik karena memiliki perubahan elevasi dan tikungan dinamis yang menuntut pemahaman cepat dari setiap pembalap.

“Brno adalah trek baru bagi saya, tapi saya sangat termotivasi karena ini akan jadi sirkuit menarik dengan banyak perubahan elevasi dan tikungan dinamis,” kata Veda Pratama.

Pada awal sesi FP1, Veda Pratama sempat menunjukkan sinyal positif dengan menembus posisi ke-13. Namun, posisinya perlahan turun setelah para pembalap lain mulai memperbaiki catatan waktu di pertengahan hingga akhir sesi.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Nyaris Podium, Lima Lap Pimpin Posisi 3 Balapan Moto3 Thailand

Hasil ini membuat Veda Pratama harus bekerja lebih keras bersama Honda Team Asia. Fokus utama pembalap asal Gunungkidul itu kini bukan hanya memperbaiki kecepatan satu putaran, tetapi juga menemukan setelan motor yang cocok dengan karakter Sirkuit Brno.

Sebelum tampil di Ceko, Veda Pratama juga membawa pelajaran dari Moto3 Hungaria. Saat itu, ia gagal meraih poin setelah finis di posisi ke-16, meski sebelumnya sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan pada sesi practice.

“Hal terpenting adalah kami belajar banyak dari akhir pekan lalu, terutama tentang cara beradaptasi dengan cepat di sirkuit baru dan mengelola situasi sulit selama balapan,” ujar Veda Pratama dalam rilis resmi Honda Team Asia, dikutip Kompas.com.

Pernyataan itu menjadi relevan setelah hasil FP1 di Brno. Veda Pratama kembali menghadapi situasi yang menuntut adaptasi cepat, terutama karena jarak waktu dengan pembalap tercepat masih cukup lebar.

Di papan atas FP1, Hakim Danish tampil kuat pada akhir sesi. Ia mempertajam catatan waktunya menjadi 2 menit 04,938 detik dan mengungguli David Almansa serta Alvaro Carpe.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Menempel Ketat Papan Atas Hasil Practice Moto3 Thailand

Meski finis ke-22, peluang Veda Pratama untuk memperbaiki posisi belum tertutup. Sesi practice Moto3 Ceko 2026 berikutnya akan menjadi kesempatan penting untuk memangkas selisih waktu dan memperbaiki posisi menuju kualifikasi.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru