Bodø/Glimt hanya menghasilkan tiga percobaan dengan nilai expected goals 0,20.
Kompany Puji Kesabaran Bayern
Pelatih Bayern Vincent Kompany menilai timnya tidak kehilangan ketenangan meski gagal membongkar pertahanan rendah Bodø/Glimt pada 45 menit pertama.
“Sebagai pelatih, Anda mungkin tidak pernah merasa sesuatu itu sempurna. Situasinya sedikit mirip dengan pertandingan akhir pekan melawan Schalke karena kami harus menunjukkan banyak kesabaran,” kata Kompany dalam keterangan pascalaga.
Kompany juga menyoroti gol Musiala yang mengubah arah pertandingan.
Sang gelandang kembali menjadi starter di Liga Champions dan langsung memberi dampak dua menit setelah babak kedua dimulai.
“Itu juga gol yang sangat penting. Tentu sangat menyenangkan bagi Jamal. Sekarang saya berharap fokus kembali tertuju pada penampilannya,” ujarnya.
Musiala menyambut gol tersebut sebagai bagian dari proses menemukan kembali ritme permainannya.
“Itu momen yang luar biasa dan saya sangat senang untuk diri saya secara pribadi dan untuk tim,” kata Musiala.
“Saya senang sekarang bisa kembali mendapatkan ritme. Saya mendapat banyak dukungan dari klub, para pelatih, dan rekan-rekan setim,” lanjutnya.
Kane mengatakan Bayern harus bersabar menghadapi organisasi pertahanan lawan sebelum mampu mengubah dominasi menjadi gol.
“Saya sangat senang dengan hasilnya. Kami harus tetap sabar, terutama pada babak pertama,” ujar Kane.
Penyerang Inggris itu juga memuji Bodø/Glimt yang mampu menjaga pertandingan tetap tanpa gol hingga jeda.
“Mereka tim yang sangat bagus dan telah menunjukkannya dalam beberapa tahun terakhir di Eropa. Kami tahu mereka terorganisasi dengan baik dan memiliki kombinasi yang bagus di sepertiga akhir,” katanya kepada TV 2.
Knutsen Kecewa dengan 20 Menit Terakhir
Pelatih Bodø/Glimt Kjetil Knutsen mengaku puas dengan disiplin para pemainnya pada babak pertama, tetapi menilai timnya kehilangan struktur setelah tertinggal dan mengalami pergantian kiper.
“Kami tidak boleh bangga dengan 20 menit terakhir,” kata Knutsen kepada TV 2.
Ia menilai skor akhir terlalu besar jika dibandingkan dengan perlawanan yang diberikan Bodø/Glimt pada sebagian besar pertandingan.
“Tidak masuk akal kami kalah dalam pertandingan ini dengan skor 0-5,” ujarnya.

