Iraola menilai pergerakan empat pemain depan Atletico dapat menyulitkan pertahanan Liverpool.
Ia meminta timnya bermain proaktif, menjaga tempo, dan menekan lawan sejak awal.
“Ini akan menjadi ujian besar dan juga akan menunjukkan sedikit di mana posisi kami. Kami menunjukkan tanda-tanda bagus Jumat lalu, dan sekarang mari kita lihat posisi kami ketika menghadapi tim seperti Atletico Madrid,” ujarnya.
Liverpool masih kehilangan Hugo Ekitike, Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Joe Gomez karena cedera.
Federico Chiesa serta Wataru Endo tidak masuk dalam skuad Liga Champions.
Bradley Barcola berpeluang menjalani penampilan pertamanya sebagai starter setelah tampil sebagai pemain pengganti melawan Ipswich.
Alexander Isak diperkirakan kembali menjadi ujung tombak, didukung Florian Wirtz dan Cody Gakpo.
Simeone Sebut Atletico Masih Beradaptasi
Simeone mengakui Atletico masih membangun pola permainan setelah perubahan skuad.
Julian Alvarez telah kembali dari sakit, tetapi belum diproyeksikan tampil sejak menit pertama.
“Julian masih berada dalam tahap perkembangan dan saya belum melihatnya siap menjadi starter, tetapi ia tentu akan membantu kami seiring berjalannya pertandingan,” kata Simeone dalam konferensi pers, dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Pelatih asal Argentina itu melihat Liverpool mulai menyerap gagasan permainan Iraola.
Menurut dia, The Reds memiliki kualitas individu untuk memainkan sepak bola agresif meski proses perubahan membutuhkan waktu.
“Saya melihat pelatih mereka mencoba menerapkan filosofi yang ia tunjukkan bersama tim-tim sebelumnya. Ia bekerja pada detail taktik untuk semua pemain dan melibatkan seluruh tim. Mencapai gaya ideal membutuhkan waktu, tetapi tim ini berkembang dan mempunyai pemain-pemain berkualitas tinggi,” ujar Simeone.
Atletico tidak membawa Alexander Sorloth karena cedera, sedangkan Arnau Ortiz menjalani skorsing.
Simeone memiliki Jonathan David, Julian Alvarez, Alejandro Baena, Ademola Lookman, dan Giuliano Simeone sebagai pilihan di lini serang.
Pertandingan berpeluang berlangsung ketat karena Liverpool masih menyesuaikan diri dengan sistem Iraola, sementara Atletico memiliki pengalaman dalam mengelola laga Eropa.

