Davide menegaskan tempat Lille di fase liga merupakan hasil kerja klub pada musim lalu ketika finis ketiga di Ligue 1.
Ia menuntut skuadnya mempertahankan daya saing hingga rangkaian delapan pertandingan selesai.
“Kami berada di sini karena klub melakukan pekerjaan hebat tahun lalu. Tim ini pantas berada di Liga Champions dan ingin membuktikannya. Kami akan berjuang dan targetnya adalah menjadi sangat kompetitif sampai akhir, tanpa mengetahui hasil akhirnya,” katanya.
Lille berpeluang kehilangan Tanguy Nianzou, Loun Srdanovic, dan Soriba Diaoune karena cedera.
Hamza Igamane tidak masuk skuad fase liga, sedangkan Romain Perraud dapat kembali menjadi starter setelah tampil sebagai pemain pengganti melawan Toulouse.
Pellegrini Bawa Betis Kembali setelah 21 Tahun
Real Betis kembali tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2005/2006.
Laga ini juga mempertemukan Davide Ancelotti dengan Pellegrini dalam duel pelatih berusia 37 dan 72 tahun.
Davide menyebut karier panjang Pellegrini sebagai rujukan bagi pelatih yang baru memulai perjalanan di level tertinggi.
“Ia memiliki karier yang luar biasa dan meraih banyak kesuksesan. Kami yang baru memulai, seperti saya, memiliki kekaguman besar kepadanya,” kata Davide.
Pellegrini meminta pemain Betis tidak terlalu lama menikmati kemenangan atas Real Madrid.
Pesan terbarunya menekankan pentingnya segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
“Sepak bola hanya memberi Anda 24 jam untuk menikmati kemenangan dan merasakan kekalahan. Kami tidak terlena oleh kemenangan dan tidak menyiksa diri karena kekalahan. Ambisi selalu tetap sama meski ada hambatan,” ujar Pellegrini.
Betis dipastikan tanpa Diego Llorente dan Abde Ezzalzouli.
Giovani Lo Celso dan Diego Conde telah pulih, sementara Dani Ceballos berpeluang masuk daftar pertandingan meski diperkirakan memulai laga dari bangku cadangan karena belum memiliki kebugaran penuh.
Pertemuan ini menjadi duel kompetitif pertama Lille dan Real Betis.
Catatan Lille di kandang menghadapi klub Spanyol cukup kuat dengan hanya satu kekalahan dalam sembilan pertandingan, sementara Betis membawa pengalaman Pellegrini dan kepercayaan diri setelah menundukkan Real Madrid.

