“Pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya,” demikian pernyataan Safin Pati.
Korban Cedera, Publik Tunggu Tindakan Komdis
Dalam pernyataan yang sama, Safin Pati menyatakan prihatin atas cedera yang dialami Rama Jangkar dan menyebut siap membantu proses pengobatan korban.
Di saat bersamaan, sorotan publik kini mengarah pada langkah lanjutan dari Komisi Disiplin PSSI menyusul viralnya insiden di ajang kelompok umur tersebut.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kasus kekerasan di sepak bola usia muda yang justru seharusnya menjadi ruang pembinaan teknik, karakter, dan sportivitas.
Hingga Rabu siang, belum ada putusan sanksi akhir dari Komdis PSSI atas insiden laga Safin Pati U-17 melawan BJL2000 U-17 itu.

